Rohul (Sangkala.id)-Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hulu menabalkan gelar adat kepada Bupati Rokan Hulu Anton, Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, Ketua DPRD Hj. Sumiartini, serta dua Wakil Ketua DPRD, Mohd Aidi dan H. Porkot. Prosesi berlangsung khidmat di Balai Adat LAM Rokan Hulu, Kamis (8/10/2026), sebagai bentuk penghormatan adat sekaligus pengingat tanggung jawab para pemimpin terhadap masyarakat dan negeri.
Arak-arakan dari Bundaran Halaman Kantor Bupati menuju Balai Adat mengawali prosesi. Iringan gendang dan atraksi pencak silat menyambut rombongan, sebelum penyerahan tepak sirih oleh pimpinan Majelis Kerapatan Adat (MKA) dan Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau bersama pimpinan LAM Rokan Hulu.
Raja-raja dari Lima Luhak, para pucuk suku adat, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah turut menghadiri kegiatan tersebut. Sejumlah tokoh adat yang hadir di antaranya Ketua Umum MKA LAM Riau Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum DPH LAM Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Ketua MKA LAM Rokan Hulu Datuk Seri Drs. H. Yusmar, M.Si, dan Ketua DPH LAM Rokan Hulu Datuk Seri H. Zulyadaini.
Ketua DPH LAM Rokan Hulu, Datuk Seri H. Zulyadaini, mengapresiasi perhatian pimpinan daerah terhadap keberlangsungan lembaga adat. Ia menyebut penabalan gelar tetap terlaksana meski LAM Rokan Hulu menghadapi keterbatasan anggaran khusus.
Zulyadaini juga menyoroti kebangkitan kembali identitas lima eks kerajaan di Lima Luhak yang sebelumnya belum banyak terekspos. Menurut dia, keberadaan kerajaan-kerajaan tersebut merupakan bagian penting dari struktur adat Melayu Rokan Hulu.
Selain pelestarian sejarah, ia menekankan pentingnya pengembalian hak masyarakat atas tanah adat. Ia menyampaikan setiap Luhak kini telah memiliki sertifikat tanah adat sebagai bagian dari upaya menjaga hak dan identitas masyarakat setempat.
Puncak kegiatan ditandai pembacaan Warkah Penabalan oleh Ketua MKA LAM Rokan Hulu, Datuk Seri Drs. H. Yusmar, M.Si. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemasangan tanjak, selempang, dan keris sebagai simbol kehormatan adat.
Tanjak untuk Bupati Anton dipasangkan Ketua DPH LAM Rokan Hulu, sedangkan tanjak Wakil Bupati Syafaruddin Poti dipasangkan Ketua MKA LAM Rokan Hulu. Selempang bagi Bupati disematkan Ketua Umum DPH LAM Riau, sementara selempang Wakil Bupati dipasangkan Ketua Umum MKA LAM Riau.
Adapun keris untuk Bupati diserahkan Raja Luhak Rambah, sedangkan keris untuk Wakil Bupati disisipkan Raja Luhak Kepenuhan.
Melalui prosesi tersebut, lima pimpinan daerah resmi menyandang gelar adat:
Anton, ST, MM — Datuk Seri Setia Amanah Baginda Jabaringin, Bupati Rokan Hulu.
H. Syafaruddin Poti, SH, MM — Datuk Timbalan Seri Setia Amanah Bijaksano Tuah Nogoi, Wakil Bupati Rokan Hulu.
Hj. Sumiartini, SH — Tuk Puan Setia Mufakat Siti Bestari Nogori, Ketua DPRD Rokan Hulu.
Mohd Aidi, SH — Datuk Timbalan Setia Mufakat Jalelo, Wakil Ketua DPRD Rokan Hulu.
H. Porkot — Datuk Timbalan Setia Mufakat Jonogori, Wakil Ketua DPRD Rokan Hulu.
Komitmen Menjaga Marwah Negeri
Usai menerima gelar, Bupati Rokan Hulu Anton menyampaikan rasa syukur atas kehormatan yang diberikan para pemangku adat. Ia menegaskan komitmennya menjadikan nilai adat Melayu, prinsip musyawarah, dan ajaran agama sebagai pedoman dalam memimpin daerah.
Menurut Anton, gelar Setia Amanah bukan sekadar kehormatan pribadi. Gelar tersebut mengandung tanggung jawab kepada Allah SWT, masyarakat, dan negeri. Sementara itu, nilai Setia Mufakat mengingatkan para pemimpin pentingnya mengutamakan musyawarah dan kebersamaan dalam mengambil keputusan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan tradisi upah-upah dan tepung tawar. Doa-doa dipanjatkan agar para pemimpin yang menerima gelar mampu menjalankan amanah, bersikap adil, mengambil keputusan secara bijaksana, serta menjaga marwah Negeri Seribu Suluk.
Penabalan itu menjadi pengingat, kehormatan adat tidak berhenti pada penyematan gelar. Nilainya justru diuji melalui keputusan, kebijakan, dan keberpihakan pemimpin terhadap kepentingan masyarakat Rokan Hulu.***(ando)