Bistamam Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Rokan Hilir

Bistamam Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Rokan Hilir

Rohil (Sangkala.id)-Bupati Rokan Hilir H. Bistamam resmi terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Rokan Hilir melalui Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Rohil, Sabtu (3/10/2026).

Bistamam ditetapkan secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon yang mengembalikan berkas pendaftaran hingga batas waktu yang ditentukan. Kandidat lainnya tidak mengembalikan formulir pendaftaran sehingga proses pemilihan berlangsung tanpa persaingan dan mendapat dukungan penuh dari pemilik suara sah.

Musda VI Golkar Rohil digelar di salah satu hotel di Bagansiapiapi dengan mengusung tema “Golkar Indonesia, Indonesia Golkar.” Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi dan evaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan Golkar Rohil ke depan.

Musda dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau H. Yulisman, jajaran pengurus DPD II Golkar Rohil, pimpinan organisasi sayap, unsur pemerintah daerah, pimpinan partai politik sahabat serta sejumlah anggota Fraksi Golkar DPRD Rohil.

Ketua Panitia Pelaksana H. Nasruddin Hasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Ia menilai Musda tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang memperkuat kebersamaan dan merumuskan arah perjuangan partai.

Ketua DPD II Golkar Rohil periode 2021–2026 H. Afrizal Sintong, S.IP., M.Si., dalam forum tersebut memaparkan perjalanan perolehan suara dan kursi Golkar dari pemilu ke pemilu.

Pada Pemilu 2004, Golkar Rohil meraih 31.526 suara dan delapan kursi DPRD. Perolehan meningkat pada 2009 menjadi 57.865 suara dengan 12 kursi. Setelah mengalami penurunan menjadi enam kursi pada 2019, Golkar kembali menguat pada Pemilu 2024 dengan 74.207 suara dan 10 kursi.

Untuk DPRD Provinsi Riau, Golkar Rohil memperoleh 67.819 suara dan dua kursi pada 2014. Perolehan turun menjadi sekitar 52 ribu suara dan satu kursi pada 2019, sebelum kembali meningkat pada 2024 dengan 78.729 suara dan dua kursi.

Pada Pemilu DPR RI, Golkar juga mencatat perolehan suara yang signifikan di Rohil. Data yang disampaikan dalam Musda menyebut Golkar meraih sekitar 163 ribu suara atau 51 persen dari total suara, dengan kontribusi suara individu calon legislatif yang juga besar.

Afrizal Sintong menyampaikan komitmennya terhadap keberlanjutan organisasi dan menyatakan kesiapan menyerahkan estafet kepemimpinan kepada kepengurusan berikutnya.

Setelah ditetapkan sebagai ketua, Bistamam menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan kader, pengurus DPD, pimpinan kecamatan, organisasi pendiri dan didirikan serta seluruh peserta Musda.

Ia menegaskan akan memperkuat konsolidasi internal dan membesarkan Partai Golkar Rohil menghadapi agenda politik mendatang.

“Kepercayaan ini merupakan tanggung jawab besar yang harus kita pikul bersama. Di bawah kepemimpinan baru ini, mari kita satukan barisan, memperkuat solidaritas, dan membawa Partai Golkar Rokan Hilir semakin maju dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujar Bistamam.

Menurutnya, kepengurusan baru harus solid, visioner dan mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bistamam juga mengingatkan seluruh kader agar menjadikan perbedaan pendapat sebagai bagian dari dinamika organisasi. Setelah Musda, seluruh elemen Golkar diminta kembali bersatu tanpa sekat kelompok.

“Target penguatan organisasi dan kualitas kerja politik harus kita bangun melalui kerja sama kolektif. Tidak hanya menjadi tugas ketua atau pengurus tertentu,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Rokan Hilir serta membuka ruang terhadap kritik dan masukan untuk memperbaiki kinerja partai.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepercayaan masyarakat. Partai Golkar akan terus berupaya menjalankan fungsi politik dan pengabdian dengan sebaik-baiknya. Kritik dan masukan dari masyarakat tentu sangat kami butuhkan,” pungkas Bistamam.

Musda VI menjadi titik awal bagi kepemimpinan baru Golkar Rohil. Dengan dukungan struktur partai, organisasi sayap dan kekuatan politik yang dimiliki, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat konsolidasi sekaligus menjaga kontribusi Golkar dalam pembangunan Rokan Hilir.***(zal)