PWI Meranti Bekali 50 Kepala Sekolah soal Wartawan dan Media Massa

PWI Meranti Bekali 50 Kepala Sekolah soal Wartawan dan Media Massa

Meranti (Sangkala.id)-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar pelatihan dan seminar jurnalistik. Kegiatan bertema “Mengenal Peran dan Fungsi Wartawan serta Media Massa” itu berlangsung di Ballroom Afifa Sport Center, Selatpanjang, Senin (28/9/2026).

Sebanyak 50 kepala sekolah tingkat TK, SD hingga SMP se-Kecamatan Tebing Tinggi mengikuti kegiatan tersebut. Forum ini menjadi ruang bagi dunia pendidikan untuk memahami kerja jurnalistik sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik dengan wartawan dan media massa.

Ketua PWI Kepulauan Meranti, Wira Saputra, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar memperkenalkan tugas wartawan. PWI juga ingin mendekatkan organisasi pers dengan dunia pendidikan serta mendorong literasi informasi di tengah derasnya arus informasi digital.

"PWI bukan hanya berbicara tentang wartawan dan pemberitaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun ekosistem pers yang sehat, meningkatkan kompetensi wartawan, menjaga profesionalisme, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bagaimana informasi diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi secara benar," ujar Wira.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat informasi dapat menyebar dalam hitungan detik melalui media sosial dan berbagai platform digital. Namun, informasi yang viral belum tentu fakta dan tidak semua konten yang terlihat meyakinkan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, literasi informasi dinilai penting, termasuk bagi lingkungan sekolah. PWI berharap para kepala sekolah mampu membedakan produk jurnalistik dengan informasi media sosial, mengenali berita yang dapat dipercaya, serta membangun komunikasi publik yang sehat.

Wira juga membuka peluang kerja sama lebih luas antara PWI dan satuan pendidikan di Kepulauan Meranti. Program serupa sebelumnya telah dijalankan melalui PWI Go To School sejak 2014 dengan sasaran peserta didik.

"Kami ingin mendengar kebutuhan, persoalan, dan pengalaman dari dunia pendidikan. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak menjadi yang terakhir," katanya.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia menilai kepala sekolah perlu memahami tugas wartawan, fungsi media massa serta aspek hukum yang berkaitan dengan pemberitaan.

Muzamil menyebut ketidakpahaman kerap membuat sebagian kepala sekolah merasa takut ketika berhadapan dengan wartawan.

"Ini disebabkan keawaman kita. Bapak dan ibu semua awam dengan namanya wartawan, media, dan hukum. Hal itu perlu kita perbaiki," ujarnya.

Ia mendorong kegiatan serupa diperluas dengan melibatkan kepala desa. Menurutnya, pemahaman mengenai media dan wartawan dapat membantu aparatur pendidikan maupun pemerintahan menyikapi pemberitaan secara proporsional.

Muzamil juga menegaskan pentingnya hubungan yang dinamis antara pemerintah dan media. Pemerintah, katanya, tidak boleh hanya mengharapkan pemberitaan positif, tetapi juga perlu menerima kritik sebagai bahan evaluasi.

"Media dan wartawan menjadi penyeimbang dalam kita membangun. Kita bukan hanya minta pembenaran melalui publikasi. Kalau ada hal-hal yang perlu diperbaiki, mari kita laksanakan," tegasnya.

Ia berharap kritik media disertai solusi sehingga dapat membantu pemerintah memperbaiki kekurangan sekaligus mendorong pembangunan Kepulauan Meranti.

Kegiatan yang dibuka secara resmi Muzamil tersebut dilanjutkan dengan pelatihan dan seminar. Materi disampaikan Penasehat PWI Kepulauan Meranti Ahmad Yuliar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raja Yusran, serta Kasi Intel Kejari Kepulauan Meranti Andi Sahputra Sinaga SH MH, didampingi Kasubsi Intel Hermawan dan staf.

Turut hadir Asisten I Setdakab Tengku Arifin, Kepala BPKAD Fajar Triasmoko, Ketua Korwil Pendidikan Risdianto, Ketua PGRI Kepulauan Meranti Alfian Husin serta sejumlah undangan.***