PTPN IV PalmCo Siagakan 660 Personel Hadapi Karhutla di Riau

PTPN IV PalmCo Siagakan 660 Personel Hadapi Karhutla di Riau

Pekanbaru (Sangkala.id)-Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PTPN IV PalmCo menyiagakan ratusan personel pemadam kebakaran beserta peralatan untuk mendukung Satgas di Riau dan Kalimantan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa mengatakan, keterlibatan perusahaan menjadi bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus dukungan terhadap upaya mitigasi pemerintah.

“Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan sinergi dari seluruh elemen. Personel dan peralatan yang ada di perusahaan selalu kami siagakan,” kata Jatmiko.

Di Riau, sedikitnya 660 personel Damkar disiapkan untuk langkah preventif dan preemtif. Personel disebar di Kabupaten Siak, Kampar dan Indragiri Hulu, dengan dukungan mesin pompa 25 tenaga kuda, nozzle bertekanan tinggi hingga armada patroli.

Di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, tim PTPN IV PalmCo bergabung dengan TNI, Polri dan BPBD menangani kebakaran lahan gambut milik warga sekitar 40 hektare. Tim harus mengarungi sungai untuk mencapai lokasi. Setelah api berhasil dipadamkan, proses pendinginan dilakukan untuk memastikan bara di lapisan gambut benar-benar hilang.

Penanganan serupa dilakukan di Kecamatan Kelayang, Indragiri Hulu, pada lahan berbukit sekitar empat hektare serta sejumlah titik di Kabupaten Kampar.

Sementara di Kalimantan, tim PTPN IV PalmCo berkolaborasi dengan TNI, Polri dan BPBD menangani Karhutla di areal masyarakat Kabupaten Pelaihari dan Banjar. Koordinasi dilakukan untuk mempercepat pelokalan api dan mencegah meluasnya dampak kabut asap.

Deteksi Dini Diperkuat

Selain mengerahkan personel, PTPN IV PalmCo memperkuat deteksi dini melalui GeoPalm Dashboard. Sistem berbasis data satelit, geospasial dan kecerdasan buatan itu digunakan untuk memetakan potensi Karhutla di sekitar wilayah operasional.

“GeoPalm Dashboard menjadi salah satu lapis peringatan dini. Efektivitas penanganan tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur dan koordinasi tim di lapangan,” ujar Jatmiko.

Di Kalimantan, perusahaan menyiagakan 594 unit perlengkapan individu, 48 unit perlengkapan regu, 155 peralatan tangan, 80 unit pompa air dan kelengkapannya, 80 sarana komunikasi dan transportasi serta 41 unit prasarana deteksi dini cuaca.

Direktur Strategi & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo mengatakan, strategi penanganan tidak berhenti pada pemadaman. Perusahaan juga memperkuat pencegahan melalui sistem pemantauan cuaca, patroli rutin dan pemeriksaan sarana penanggulangan bencana.

Upaya pencegahan turut melibatkan masyarakat melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG). Program tersebut mencakup penguatan tata air gambut, edukasi pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) serta pengembangan komoditas alternatif seperti nanas.

“Kecepatan merespons laporan menjadi faktor esensial. Dengan sarana memadai dan koordinasi antarinstansi, titik api diharapkan dapat diatasi sedini mungkin,” kata Ugun.***