Pekanbaru (Sangkala.id)-Kabut asap belum beranjak dari langit Pekanbaru. Pemerintah Kota Pekanbaru memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi siswa PAUD/TK, SD, dan SMP hingga Jumat, 28 Agustus 2026.
Perpanjangan itu ditetapkan setelah kualitas udara memburuk akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi tersebut terpantau melalui Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Selasa (25/8/2026), pukul 06.00–09.00 WIB, dengan kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru.
“Dalam rangka melindungi kesehatan peserta didik dari paparan kabut asap, kita terbitkan SE tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru,” kata Jamal, Selasa sore.
PJJ berlangsung tiga hari, Rabu hingga Jumat, 26–28 Agustus. Sekolah diminta menjalankan pembelajaran secara sederhana dan efektif dari rumah.
Sekolah dan madrasah di bawah Kementerian Agama serta kementerian dan lembaga lain di Pekanbaru juga diimbau menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi kualitas udara. Faktor kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi pertimbangan utama.
Dinas Pendidikan meminta kepala sekolah memastikan guru mengikuti pendampingan dan webinar penguatan pembelajaran jarak jauh yang telah dijadwalkan.
Orang tua dan wali murid diminta memastikan anak tetap berada di dalam rumah. Aktivitas bermain dan kegiatan luar ruang perlu dihindari selama kabut asap masih menyelimuti kota.
Masker dianjurkan saat anak harus keluar rumah untuk keperluan mendesak.
Jamal mengatakan kebijakan pembelajaran berikutnya akan mengikuti perkembangan kualitas udara berdasarkan informasi ISPU.
“Selama PJJ, sekolah diminta memaksimalkan pemberian tugas atau latihan kepada murid di rumah. Selama PJJ tidak ada pengiriman MBG,” ujar Jamal.***