Dihadiri Anggota DPR RI, HUT RI ke-81 di Kubang Jaya Jadi Pesta Kebersamaan

Dihadiri Anggota DPR RI, HUT RI ke-81 di Kubang Jaya Jadi Pesta Kebersamaan

Kampar (Sangkala.id)-Lapangan di RW 03, Dusun II Keramat Sakti, Desa Kubang Jaya, dipadati sekitar 800 warga, Minggu (23/8/2026). Mereka berkumpul merayakan puncak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam suasana penuh kebersamaan.

Anggota DPR RI Ustaz H. Syahrul Aidi Maazat bersama Pj. Kepala Desa Kubang Jaya Taromi turut hadir. Warga dari RT 01 hingga RT 05 datang sejak pagi. Ketua RT, alim ulama, tokoh masyarakat, cerdik pandai, pemuda, dan panitia larut dalam perayaan.

Kegiatan ini tidak sekadar pesta kemerdekaan. Di tengah perlombaan dan kemeriahan, warga mempertontonkan kekompakan yang tumbuh dari lingkungan terkecil.

Pj. Kepala Desa Kubang Jaya Taromi mengatakan perayaan HUT RI menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus merawat persatuan.

“Peringatan kemerdekaan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan merawat persatuan di Desa Kubang Jaya,” ujarnya.

Syahrul Aidi mengapresiasi tingginya partisipasi warga. Menurut dia, kerukunan di tingkat RW menjadi modal sosial bagi pembangunan yang lebih luas.

“Saya sangat bangga melihat energi positif dan kekompakan warga RW 03 Dusun II Keramat Sakti. Semangat seperti inilah yang menjadi fondasi utama kekuatan bangsa,” kata Syahrul Aidi.

Ketua RW 03 Zainal Abidin bersama Tokoh Pemuda Desa Kubang Jaya Arman Ali turut mengapresiasi kerja panitia dan warga. Menurut Arman, sekitar 800 warga dapat berkumpul berkat gotong royong RT 01 hingga RT 05.

“Keberhasilan acara ini merupakan hasil kerja keras panitia serta kepedulian seluruh warga yang saling bahu-membahu, baik tenaga maupun pikiran,” ujar Arman.

Puncak perayaan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin alim ulama setempat.

Bagi warga RW 03, kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Ia hadir dalam bentuk lain: warga berkumpul, saling membantu, dan menjaga kampung tetap rukun. Semangat itu yang diharapkan terus hidup setelah perayaan berakhir.***(feb)