Kampar (Sangkala.id)-Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kampar mulai menggerakkan program Sekolah Lansia di Desa Salo melalui kegiatan sosialisasi yang digelar Selasa (28/7/2026). Program ini untuk mendorong lanjut usia tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif.
Pelaksana Harian Ketua BKMT Kabupaten Kampar, Debi Ricardo, menjelaskan Sekolah Lansia merupakan program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang dijalankan melalui kolaborasi lintas instansi, di antaranya Dinas Kesehatan serta DPPKBPPPA. Meski belum memiliki dukungan anggaran khusus, program tetap dijalankan berkat sinergi berbagai pihak.
"Kami berharap dukungan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat agar Sekolah Lansia Salo berjalan sukses. Lansia harus sehat dan bahagia," ujar Debi.
Sosialisasi dihadiri pengurus BKMT Kabupaten Kampar, perwakilan DPPKBPPPA, Pemerintah Kecamatan Salo, Kantor Urusan Agama, Puskesmas Salo, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana, BKMT Kecamatan Salo, pemerintah desa, serta puluhan warga lanjut usia.
Mewakili Camat Salo, Jasman mengapresiasi pembentukan Sekolah Lansia. Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga memberi bekal agar lansia tetap sehat, berkarya sesuai kemampuan, serta menjalani kehidupan yang lebih bahagia. Aktivitas belajar dan berkumpul juga dinilai membantu mengurangi stres serta mencegah kepikunan.
Kepala Desa Salo, Ihfasni Arham, menyebut Sekolah Lansia menjadi langkah positif untuk mewujudkan lanjut usia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan SMART. Ia berharap seluruh lansia di Desa Salo bergabung dalam program tersebut.
Dalam kegiatan itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPPKBPPPA Kampar, Meldi, memaparkan konsep Sekolah Lansia dan manfaatnya bagi peserta. Humas BKMT Kabupaten Kampar, Rina Dianti Hasan, juga memberikan pembekalan mengenai pendampingan lansia agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik.
BKMT sekaligus memperkenalkan perangkat pengelola Sekolah Lansia. Netty Mindrayani dipercaya sebagai kepala sekolah, didampingi Rahmawati sebagai sekretaris dan Naini sebagai bendahara. Benta Nenggolan ditunjuk sebagai ketua kelas dengan dukungan perangkat desa sebagai wali kelas.
Pada akhir kegiatan, Debi Ricardo menyerahkan perlengkapan alat tulis kepada pengelola Sekolah Lansia sebagai dukungan awal kegiatan belajar mengajar. Sosialisasi turut melibatkan mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Riau bersama perangkat Desa Salo.***(feb)