Rohil (Sangkala.id)-Tujuh bakal calon (bacalon) penghulu dipastikan gagal melanjutkan pendaftaran Pemilihan Penghulu Serentak Tahap I 2026 di Rokan Hilir. Penyebabnya, mereka tidak mengikuti pembekalan adat Melayu yang menjadi syarat penerbitan Warkah dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rokan Hilir.
Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Rohil, Datuk Jufrizan, menyebut pembekalan berlangsung pada 14–18 Juli 2026 dan diikuti 182 bacalon. Sebanyak 175 peserta hadir dan menerima Warkah, sedangkan tujuh lainnya absen.
"Kami tidak mengetahui alasan ketidakhadiran mereka. Tanpa mengikuti pembekalan, Warkah tidak dapat diterbitkan," kata Jufrizan, Senin (20/7).
Ia menegaskan Warkah merupakan syarat wajib pencalonan sesuai Peraturan Daerah Rokan Hilir Nomor 7 Tahun 2022. Aturan itu mewajibkan setiap calon penghulu melampirkan Warkah yang hanya diberikan setelah mengikuti pembekalan dan pelatihan adat Melayu.
LAMR Rohil segera menyampaikan hasil pembekalan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kepenghuluan (PMK), termasuk daftar tujuh bacalon yang tidak memperoleh Warkah. LAMR tetap berpegang pada ketentuan dan tidak akan menerbitkan dokumen tersebut bagi peserta yang absen.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pembekalan Adat Melayu, Adhar Syam, menjelaskan iuran Rp900 ribu per peserta merupakan hasil keputusan panitia sesuai ketentuan Perda Nomor 7 Tahun 2022 untuk membiayai pelaksanaan pembekalan.
Dana itu digunakan untuk honor narasumber, penyediaan sarana pembelajaran adat Melayu, seminar kit, serta kebutuhan operasional panitia. Pengelolaannya, kata Adhar, dilakukan secara terbuka dan siap dipertanggungjawabkan.
Dengan berakhirnya pembekalan, 175 bacalon telah mengantongi Warkah sebagai syarat pendaftaran. Sementara tujuh bacalon yang absen terancam gagal mengikuti tahapan Pemilihan Penghulu Serentak 2026.***(zal)