Kepemimpinan Nalladia Ayu Disorot, Dinilai Gagal Kendalikan Fraksi hingga Konflik Pecah di DPRD

Rapat Banggar Berujung Ricuh, Ketua Fraksi Golkar Riau Didesak Dicopot

Rapat Banggar Berujung Ricuh, Ketua Fraksi Golkar Riau Didesak Dicopot

Pekanbaru (Sangkala.id)-Keributan di Gedung DPRD Riau, Kamis (16/7), tak hanya mempermalukan lembaga legislatif, tetapi juga memicu kritik terhadap kepemimpinan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau, Nalladia Ayu Rokan. Politikus muda itu dinilai gagal mengendalikan dinamika internal fraksi hingga rapat Badan Anggaran (Banggar) berujung bentrokan fisik.

Insiden bermula saat rapat Banggar membahas Laporan Hasil Keuangan Pemerintah Tahun Anggaran 2025.

Anggota DPRD Riau Indra Gunawan Eet mempertanyakan pergeseran anggaran 2025 yang disebut diputuskan pimpinan DPRD tanpa melibatkan seluruh anggota Banggar.

Pertanyaan itu memicu adu argumen dengan Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan. Menurut Eet, Parisman menggebrak meja dan melontarkan tantangan yang dipahaminya sebagai ajakan berkelahi. Rapat akhirnya diskors.

Ketegangan tak berhenti. Eet mengaku sempat meninggalkan gedung, lalu kembali ke DPRD setelah menerima informasi dirinya dicari Parisman.

Keduanya kembali bertemu di Ruang Medium. Adu mulut kembali terjadi hingga memancing emosi pendukung masing-masing. Bentrokan pun pecah di lobi gedung DPRD.

Seorang petugas keamanan Sekretariat DPRD Riau, Harianto alias Anto Gledor, mengalami luka di kepala dan dilarikan ke rumah sakit. Seorang pendukung Eet juga mengalami luka ringan.

Kericuhan tersebut memantik kritik dari internal Partai Golkar. Kader Golkar Riau, Hendra, mendesak DPD Partai Golkar Riau mencopot Nalladia Ayu dari jabatan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Riwu Nalladia Ayu Rokan

Menurut Hendra, ketua fraksi semestinya mampu menjaga soliditas dan menyelesaikan konflik politik di internal fraksi sebelum meluas menjadi bentrokan terbuka. Peristiwa itu, katanya, menjadi bukti lemahnya kepemimpinan fraksi.

"Nalladia Ayu Rokan tidak mampu menyelesaikan dinamika Golkar di DPRD Riau. Kejadian ini sangat memalukan. Jika tidak dievaluasi, kami akan menggelar aksi demonstrasi," kata Hendra.

Nalladia Ayu Rokan merupakan putri Ketua DPD II Partai Golkar Rokan Hilir, Afrizal Sintong. Meski mendapat kepercayaan memimpin Fraksi Golkar DPRD Riau, kepemimpinannya kini menjadi sorotan. Sejumlah kader menilai fraksi yang diisi politisi senior justru gagal dikelola secara efektif hingga konflik internal berujung kericuhan di rumah rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, Parisman Ihwan maupun Nalladia Ayu Rokan belum memberikan tanggapan. DPD Partai Golkar Riau juga belum menyampaikan sikap resmi terkait tuntutan evaluasi dan pencopotan Ketua Fraksi Golkar.***