Resmi Berlabuh ke PSI, Muhammad Maliki Optimistis Tatap Pemilu 2029

Resmi Berlabuh ke PSI, Muhammad Maliki Optimistis Tatap Pemilu 2029

Rohil (Sangkala.id)-Politisi muda asal Rokan Hilir, Muhammad Maliki, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang perhelatan Pemilu 2029. Keputusan ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjangnya bersama Partai NasDem.

Maliki, yang dikenal sebagai dokter muda sekaligus pengusaha, sebelumnya merupakan kader militan NasDem Riau. Ia bahkan beberapa kali maju sebagai calon legislatif DPR RI melalui partai tersebut.

Namun, setelah dua tahun vakum dari dunia politik pasca keluar dari NasDem pada 2024, Maliki akhirnya memantapkan hati untuk kembali berkiprah melalui PSI.

"Insya Allah setelah berpikir panjang selama dua tahun, saat ini saya memantapkan hati di PSI,” ujar Maliki, Senin (6/7).

Menurutnya, keputusan bergabung dengan PSI bukanlah langkah yang diambil secara tergesa-gesa, melainkan melalui pertimbangan matang dan pengaruh sejumlah tokoh penting.

"Tiga mentor saya di NasDem saat ini pindah ke PSI, ada Bang Rusdi Masse Mappasessu (RMS), Kak Ahmad Ali, dan Ibu Sri Sajekti Sudjunadi," ungkap Maliki.

Selain faktor mentor, keberadaan Joko Widodo di PSI juga menjadi alasan kuat bagi Maliki untuk menambatkan langkah politiknya di partai besutan Kaesang Pangarep itu.

"Ayah saya fans fanatik Jokowi. Di PSI, kami merasa dihargai dan diterima dengan baik,” tambahnya.

Maliki menilai PSI saat ini berbeda dengan PSI sebelumnya. Kehadiran Jokowi dianggap membawa energi baru yang mampu mengangkat partai ke level lebih tinggi.

"PSI dulu sama PSI yang ada Pak Jokowi-nya beda. Kami yakin PSI akan jadi partai empat besar di parlemen,” tegasnya penuh optimisme.

Bergabungnya Maliki menambah daftar politisi dari luar yang kini merapat ke PSI di Provinsi Riau. Sebelumnya, Ketua DPW PSI Riau, Kelmi Amri, juga bergabung setelah meninggalkan Partai Demokrat.

Fenomena ini menunjukkan PSI semakin diminati oleh politisi muda maupun senior di daerah, terutama menjelang Pemilu 2029 yang diprediksi akan berlangsung sengit.

Maliki sendiri menegaskan bahwa langkahnya bukan sekadar mencari kendaraan politik, melainkan bentuk komitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui PSI.

Ia percaya PSI mampu menjadi wadah politik yang inklusif, terbuka, dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata.

“PSI adalah rumah baru bagi saya. Di sini saya ingin berjuang bersama anak-anak muda untuk membangun bangsa,” katanya.

Informasi internal PSI Riau menyebutkan bahwa masih banyak politisi lain yang akan bergabung dalam waktu dekat. Hal ini diyakini akan memperkuat posisi PSI di daerah.

Dengan bergabungnya Muhammad Maliki, PSI semakin percaya diri menatap Pemilu 2029. Partai ini optimistis mampu menembus empat besar parlemen, sekaligus menjadi kekuatan baru dalam peta politik nasional. (zal)