Riau Siapkan 2.179 Kuota Sekolah Swasta Jalur Afirmasi, SF Hariyanto: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

Riau Siapkan 2.179 Kuota Sekolah Swasta Jalur Afirmasi, SF Hariyanto: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

Pekanbaru (Sangkala.id)-Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan tidak boleh ada anak di Riau yang putus sekolah hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri atau kendala biaya pendidikan. Komitmen itu diwujudkan melalui Program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Swasta Jalur Afirmasi yang mulai dibuka bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Program tersebut disiapkan untuk menjamin hak pendidikan generasi muda sekaligus menekan angka putus sekolah. Pemprov Riau memberi dukungan penuh dengan menyediakan bantuan pendidikan bagi siswa yang diterima melalui jalur afirmasi.

“Pemerintah Provinsi Riau hadir memastikan tidak ada anak Riau yang putus sekolah karena terkendala biaya. Jalur afirmasi di sekolah swasta membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak dari keluarga tidak mampu agar tetap bisa bersekolah,” kata SF Hariyanto.

Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu, penyandang disabilitas, serta siswa yang belum berhasil diterima pada pilihan terakhir sekolah negeri.

Menurut SF Hariyanto, data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau tahun 2025 masih menunjukkan adanya lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke SMA maupun SMK akibat faktor ekonomi. Kondisi tersebut mendorong pemerintah menggandeng sekolah swasta sebagai mitra strategis dalam memperluas akses pendidikan.

Ia meminta sekolah swasta ikut mengambil peran sosial dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Jalur afirmasi dinilai menjadi bentuk gotong royong dunia pendidikan untuk memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang sama.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan akan mengalokasikan tambahan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi sekolah swasta penerima siswa afirmasi. Bantuan diberikan selama tiga tahun masa pendidikan siswa.

"Kita berikan bantuan BOSDA selama tiga tahun pendidikan. Jadi tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Semua anak di Riau harus mendapatkan pendidikan yang setara sekaligus mendukung program prioritas nasional Wajib Belajar 13 Tahun," ujarnya.

Pada SPMB tahun ini, tersedia kuota jalur afirmasi sebanyak 2.179 siswa, terdiri dari 424 kursi di SMA swasta dan 1.755 kursi di SMK swasta yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

Program ini diharapkan menjadi solusi bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri, sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Riau.***

Berikut sekolah swasta di Riau yang bisa didaftar melalui jalur afirmasi, diantaranya:

SMA Swasta

SMA Advent Pekanbaru 40 siswa

SMA Plus Bina Bangsa 30 siswa

SMA Handayani 30 siswa

SMA PGRI Pekanbaru 10 siswa

SMA Plus Terpadu 100 siswa

SMA Smart Indonesia 40 siswa

SMA Setia Dharma 10 siswa

SMA Lancang Kuning Dumai 30 siswa

SMA Advent Pasir Putih Kampar 60 siswa

SMA Persada Pebenaan Indragiri Hilir 29 siswa

SMA Muhammadiyah Seberida Indragiri Hulu 35 siswa

SMA Islam Darul Huda Lirik Indragiri Hulu 10 siswa

SMK Swasta

SMK Bina Profesi Pekanbaru 150 siswa

SMK 5 Agustus Pekanbaru 80 siswa

SMK Yabri Terpadu 50 siswa

SMK Dwi Sejahtera 30 siswa

SMK Tunas Karya Pekanbaru 20 siswa

SMK PGRI Pekanbaru 10 siswa

SMK Kesehatan Pro Skill Pekanbaru 25 siswa

SMK Kansai Pekanbaru 250 siswa

SMK Keuangan Pekanbaru 100 siswa

SMK Akbar Pekanbaru 100 siswa

SMK Migas Teknologi Pekanbaru 40 siswa

SMK Migas Bumi Melayu Riau 90 siswa

SMK Dirgantara Riau 80 siswa

SMK Teknologi Riau 10 siswa

SMK Plus Terpadu 100 siswa

SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru 50 siswa

SMK Setia Dharma 10 siswa

SMK Siantika Pekanbaru 50 siswa

SMK IT Al Hisa 50 siswa

SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru 25 siswa

SMK YKWI Pekanbaru 30 siswa

SMK Multi Mekanik Masmur Pekanbaru 30 siswa

SMK Telkom Pekanbaru 10 siswa

SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru 5 siswa

SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru 14 siswa

SMK 1 Perbankan Duri 75 siswa

SMK Korpri Duri 100 siswa

SMK Global Cendekia Kampar 20 siswa

SMK Muhammad Yunus Rokan Hilir 60 siswa

SMK Farmasi Ikasari Dumai 36 siswa