673 Ribu Warga Riau Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Kampar dan Rohul Tertinggi

673 Ribu Warga Riau Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Kampar dan Rohul Tertinggi
Kegiatan Cek kesehatan gratis pemprov Riau beberapa waktu lalu

Pekanbaru (Sangkala.id)-Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan pemerintah terus dimanfaatkan masyarakat Riau. Hingga akhir Mei 2026, sebanyak 673.845 warga tercatat telah mengakses layanan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai puskesmas di provinsi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan capaian itu berdasarkan pemantauan hingga 31 Mei 2026 atau pekan ke-22 tahun ini.

“Sudah 673.845 jiwa yang memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis,” kata Zulkifli, Selasa, 2 Juni 2026.

Dari seluruh kabupaten dan kota di Riau, Kabupaten Kampar mencatat jumlah peserta tertinggi. Dari target 924.208 jiwa, sebanyak 174.648 warga telah mengikuti program tersebut atau sekitar 18,9 persen.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Rokan Hulu dengan capaian 104.936 peserta dari sasaran 614.854 jiwa atau sekitar 17,1 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat realisasi 25.695 peserta atau 11,9 persen dari target. Disusul Kota Dumai dengan 36.258 peserta atau 10,5 persen, serta Kabupaten Kuantan Singingi yang mencapai 35.475 peserta atau 10 persen.

Sementara itu, Kabupaten Rokan Hilir mencatat 62.829 peserta atau 9,1 persen dari target, Bengkalis 49.131 peserta atau 8,2 persen, dan Pelalawan 34.456 peserta atau 8 persen.

Untuk wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, Kota Pekanbaru mencatat 63.049 peserta atau sekitar 6,1 persen dari target 1,03 juta jiwa. Adapun Kabupaten Indragiri Hulu mencapai 34.071 peserta atau 7,2 persen, sedangkan Indragiri Hilir mencatat 31.608 peserta atau 4,6 persen.

Menurut Zulkifli, capaian terendah sementara ini berada di Kabupaten Siak. Dari target 494.754 jiwa, baru 21.689 warga atau sekitar 4,4 persen yang memanfaatkan layanan tersebut.
Program Cek Kesehatan Gratis dapat diakses masyarakat hanya dengan membawa kartu identitas berupa KTP atau Kartu Keluarga ke puskesmas terdekat.

“Datang langsung ke puskesmas, membawa KTP atau KK, kemudian mengisi formulir yang tersedia. Petugas akan membantu proses pemeriksaannya,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Riau mencatat sebanyak 243 puskesmas di seluruh daerah telah melayani program tersebut. Pemerintah berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas itu secara rutin sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai penyakit.

“Minimal satu kali dalam setahun masyarakat memeriksakan kesehatannya. Semakin cepat gangguan kesehatan terdeteksi, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” kata Zulkifli.

Pemprov Riau menargetkan partisipasi masyarakat terus meningkat pada semester kedua tahun ini agar program deteksi dini kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga hingga ke pelosok daerah.***