PT Murda Jaya Abadi Klarifikasi Sorotan Proyek Rehabilitasi Madrasah PHTC Riau 7

PT Murda Jaya Abadi Klarifikasi Sorotan Proyek Rehabilitasi Madrasah PHTC Riau 7

Pekanbaru (Sangkala.id)-PT Murda Jaya Abadi memberikan klarifikasi terkait sejumlah sorotan terhadap pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Program Hibah Terpadu Construction (PHTC) Riau 7 senilai Rp36,1 miliar yang sebelumnya ramai diberitakan.

Pihak kontraktor, Sabar, Kamis (28/5/2026) menegaskan seluruh pekerjaan proyek telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang tertuang dalam kontrak kerja.

Terkait sorotan penggunaan alat pelindung diri (APD) atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pihak perusahaan menyatakan perlengkapan keselamatan sebenarnya telah disediakan di lapangan. Namun, sebagian pekerja disebut enggan menggunakan APD karena menganggap pekerjaan yang dilakukan bersifat sederhana.

“Peralatan K3 sudah kami siapkan. Namun ada pekerja yang malas memakai karena pekerjaan dianggap sederhana,” jelas Sabar.

Mengenai metode pengecoran lantai yang disebut dilakukan secara manual tanpa mesin molen, kontraktor menegaskan pekerjaan tersebut masih sesuai standar teknis. Menurut mereka, pengecoran lantai yang dikerjakan bukan menggunakan beton mutu tinggi sehingga pencampuran manual masih diperbolehkan.

"Pengecoran lantai sudah sesuai spesifikasi teknis adukan karena bukan beton K tinggi, sehingga masih dapat dilakukan secara manual," terangnya.

Pihak perusahaan juga membantah penggunaan material baja ringan berkarat dalam proyek tersebut. Baja ringan yang ditemukan dalam kondisi berkarat disebut tidak dipasang dan telah dikembalikan kepada distributor.

"Untuk baja ringan yang ada karat tidak kami pasang dan sudah dikembalikan ke distributor," ujarnya.

PT Murda Jaya Abadi menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan pekerjaan sesuai standar dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak proyek.

"Pada intinya PT Murda Jaya Abadi bekerja sesuai dengan spesifikasi teknis dalam kontrak," tegasnya.

Sebelumnya, proyek rehabilitasi madrasah PHTC Riau 7 menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah dugaan persoalan di lapangan, mulai dari metode pengecoran manual, dugaan kualitas material, hingga penerapan K3 dan tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.***