KPU Riau Kupas Pendidikan Politik dan Tata Kelola Pemilu di UIR

KPU Riau Kupas Pendidikan Politik dan Tata Kelola Pemilu di UIR

Pekanbaru (Sangkala.id)-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menggelar program KPU Riau Mengajar bersama Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Riau (UIR) dengan tema Pendidikan Politik: Pemilu, Birokrasi, dan Otonomi Daerah.

Kuliah praktisi yang berlangsung di lingkungan FISIPOL UIR itu menjadi wadah diskusi antara akademisi dan penyelenggara pemilu guna memperkuat pemahaman mahasiswa terkait demokrasi dan tata kelola pemerintahan.

Kegiatan dipandu dosen pengampu Dr Panca Setyo Prihatin S.IP., M.Si bersama Dr Data Wardana S.Sos., M.IP. Menurut Data Wardana, kuliah praktisi memberi kesempatan mahasiswa memahami dinamika demokrasi secara langsung dan kontekstual.

"Mahasiswa bisa berdialog langsung dengan penyelenggara pemilu sehingga pemahaman tentang demokrasi menjadi lebih dekat dengan realitas,"  ujarnya.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Riau, Nugroho Noto Susanto S.IP., M.Si., menegaskan perguruan tinggi memiliki peran penting membangun budaya demokrasi yang sehat.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Riau, Supriyanto S.Pi., M.Si., tampil sebagai narasumber utama. Ia memaparkan hubungan antara birokrasi, sistem kepemiluan, dan pelaksanaan otonomi daerah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang demokratis dan berintegritas.

Menurut Supriyanto, birokrasi memiliki posisi strategis mendukung penyelenggaraan pemilu yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kualitas demokrasi, kata dia, tidak hanya ditentukan proses pemungutan suara, tetapi juga kesiapan lembaga dan sumber daya manusia yang netral serta bertanggung jawab.

"Pemilu berkualitas memerlukan birokrasi profesional dan partisipasi masyarakat yang sadar pentingnya demokrasi. Pendidikan politik menjadi langkah penting memperkuat hal tersebut,"  jelasnya.

Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menggali berbagai persoalan seputar tantangan penyelenggaraan pemilu, pengawasan demokrasi, hingga relasi birokrasi dengan pemerintahan daerah.

Melalui program KPU Riau Mengajar, KPU Provinsi Riau terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam mendorong pendidikan politik berkelanjutan serta mencetak generasi muda yang aktif, kritis, dan peduli terhadap masa depan demokrasi Indonesia.***