Massa Serbu Lapas Pekanbaru, Sebut Alasan Pemindahan Jekson Sihombing ke Nusakambangan Ambigu Kerena Ribut Diruang Tahanan

Massa Serbu Lapas Pekanbaru, Sebut Alasan Pemindahan Jekson Sihombing ke  Nusakambangan Ambigu Kerena Ribut Diruang  Tahanan

Pekanbaru (Sangkala.id)-Aksi unjuk rasa memanas di depan Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Kamis (7/5/2026).

Puluhan massa gabungan wartawan, mahasiswa dan aktivis mendesak penjelasan resmi terkait pemindahan eks Ketua Pemuda Tri Karya (PETIR), Jekson Sihombing, ke Nusakambangan.

Massa yang tergabung dalam Pegiat Control Sosial kecewa lantaran Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, tidak menemui pengunjuk rasa. Massa hanya ditemui pegawai Lapas bernama Lukman yang mengaku mewakili Kalapas.

Di hadapan massa, Lukman menyebut pemindahan Jekson dipicu gangguan kebisingan di dalam tahanan.

"Dia berteriak-teriak di ruang tahanan hingga mengganggu kenyamanan tahanan lainnya," kata Lukman.

Koordinator Umum aksi, Berti Sitanggang, bersama Koordinator Lapangan Jesayas Sihombing, menuntut pihak Lapas menunjukkan dasar hukum pemindahan tersebut.

"Tunjukkan bukti kalau Jekson teriak-teriak di dalam Lapas," tegas Jesayas di tengah massa.

Situasi memanas saat sekitar 25 mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) bergabung dalam aksi. Wakil Gubernur BEM Fakultas Hukum Unilak, Willy Robinson Lubis, mengambil alih mimbar orasi dan menuntut Kalapas Yuniarto hadir langsung menemui massa.

"Apa dasar abang Jekson dipindahkan ke Nusakambangan? Harus ada dasar yang jelas,"  tegas Willy.

Karena Kalapas tak kunjung muncul, massa sempat menggoyang pagar Lapas. Pengunjuk rasa menduga ada campur tangan pihak tertentu untuk membungkam aktivis antikorupsi.

Setelah aksi berlangsung sekitar 35 menit, Lukman tidak lagi menemui massa setelah diteriaki pembohong. Posisi perwakilan Lapas kemudian digantikan Nimrot Sihotang.

Nimrot menyatakan pihak Lapas akan berkoordinasi dengan pimpinan terkait seluruh tuntutan massa dan segera memberikan jawaban resmi.

Dalam pernyataan sikapnya, massa menuntut Kakanwil Ditjenpas Riau dan Kalapas Pekanbaru memberikan penjelasan terbuka terkait dasar pemindahan Jekson ke Nusakambangan.

Massa juga mendesak Jekson segera dipulangkan ke Pekanbaru serta meminta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan mencopot Kalapas Pekanbaru dan pejabat Ditjenpas Riau jika gagal memberikan penjelasan transparan.

Selain itu, massa menegaskan Jekson bukan teroris, bukan bandar narkoba, bukan koruptor maupun pelaku pembunuhan sehingga tidak layak diperlakukan secara tidak proporsional.

Pengunjuk rasa mengancam akan kembali menggelar aksi berjilid dengan jumlah massa lebih besar apabila seluruh tuntutan tidak dipenuhi.***