Komplek Perkantoran Batu Enam Bagansiapiapi Berubah Jadi TPA Sampah

Komplek Perkantoran Batu Enam Bagansiapiapi Berubah Jadi TPA Sampah

Rohil (Sangkala.id)-Bau menyengat tercium kuat saat melintasi Jalan Lintas Pesisir Batu Enam. Kawasan komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berubah menjadi lokasi penumpukan sampah yang menggunung hingga menutup sebagian badan jalan.

Tumpukan sampah terlihat menutupi jalur dua arah, bahkan menghambat akses kendaraan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi ini sudah terjadi sejak Maret lalu atau menjelang Ramadan dan sempat menimbulkan keresahan warga.
Sejumlah pengendara mengaku terganggu dengan kondisi tersebut.

"Baunya sangat menyengat, apalagi kalau siang hari. Jalan jadi sempit, kami harus pelan-pelan lewat," ujar Andi (34), warga setempat.

Warga lainnya, Siti (41), menilai kondisi ini mencoreng wajah kawasan perkantoran.

"Ini pusat pemerintahan, tapi malah jadi tempat sampah. Harusnya lebih tertib dan bersih," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hilir, Suwandi, saat dikonfirmasi Selasa (5/5/2026) mengatakan, tumpukan sampah yang terlihat merupakan akses jalan masuk menuju TPA Bagansiapiapi.

"Sekarang sudah dibersihkan. Yang jelas, timbunan sampah itu berada di jalan masuk ke TPA. Penumpukan terjadi karena alat berat yang biasa digunakan untuk mengelola sampah mengalami kerusakan hampir empat bulan," ujarnya.

Ia menjelaskan, DLH memiliki empat unit alat berat, terdiri dari dua unit PC 200, satu unit PC 75, dan satu unit dozer. Seluruhnya mengalami kerusakan dalam waktu hampir bersamaan sehingga pengelolaan sampah sempat lumpuh.

Suwandi menegaskan, persoalan tersebut bukan disebabkan kendala keuangan daerah, melainkan murni akibat kerusakan peralatan operasional.

Dalam sehari, produksi sampah di Kecamatan Bangko diperkirakan mencapai 80 ton, membutuhkan penanganan cepat dengan dukungan alat berat.

DLH berharap dukungan semua pihak, termasuk DPRD, untuk penguatan sarana prasarana pengelolaan sampah agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami tetap berupaya maksimal agar pengelolaan sampah kembali berjalan baik dan tidak mengganggu masyarakat," tutup Suwandi.***