Pipa EMP Bocor, Rumah Warga di Kerumutan Tergenang Minyak Mentah

Pipa EMP Bocor,  Rumah Warga di Kerumutan Tergenang Minyak Mentah

Pelalawan (Sangkala.id)-Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Selasa, 28 April 2026 lalu, warga Kecamatan Kerumutan dihebohkan dengan bocornya minyak mentah milik PT EMP Energi Riau yang menggenangi halaman rumah warga.

Menurut sumber yang minta namanya dirahasiakan, bahwa pipa yang bocor tersebut merupakan pipa saluran dari sumur bor yang akan disalurkan ke tempat penampungan (station) minyak mentah tersebut. Beberapa rumah warga tergenang minyak mentah dan lokasinya dekat dengan Kantor Camat Kerumutan.

Menurut sumber tersebut, Sabtu (02/05/2026) rumah warga yang halamannya tergenang minyak mentah telah ditimbun dengan tanah timbun oleh pihak EMP Energi Riau dan pipa yang bocor saluran minyak mentah tersebut telah diperbaiki.

" Saya minta kepada pihak EMP agar lebih memperhatikan pipa dan pompa minyak tersebut agar rutin dilakukan pemeliharaan, agar hal serupa tidak terjadi kembali," ujarnya.

Sementara itu Humas EMP Hansardi kepada media ini, Sabtu, (02/05/2026) membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Menurutnya hal itu terjadi akibat rembesan sisa minyak akibat kebocoran pipa water injection line di Kelurahan Kerumutan, rembesan tersebut mengenai beberapa lahan di sekitar rumah warga dan saat ini tengah ditangani oleh tim perusahaan.

CSR and Communication Division EMP, Iman Soerjasantosa menjelaskan pipa yang mengalami kebocoran merupakan jalur water injection dari Stasiun Kerumutan menuju Stasiun Merbau, dan bukan pipa penyalur minyak mentah. Pipa tersebut sebelumnya pernah difungsikan sebagai penyalur minyak pada masa pengelolaan PT PHE Kampar, namun sejak wilayah kerja tersebut dikelola EMP Energi Riau, pipa digunakan untuk saluran air injeksi mengingat usianya sudah tua.

Menurut Iman, material yang keluar dari titik kebocoran merupakan sisa-sisa minyak lama yang masih menempel di bagian dalam pipa. Dugaan awal penyebab kebocoran adalah korosi mengingat pipa yang digunakan merupakan pipa lama.

Begitu menerima laporan adanya rembesan, perusahaan segera menutup aliran air pada pipa tersebut sebagai langkah pengamanan awal. Saat ini tim perusahaan telah berada di lokasi dan sedang melakukan pekerjaan pemulihan lingkungan pada area terdampak, termasuk penanganan titik kebocoran serta pembersihan lokasi. Pekerjaan pemulihan diperkirakan dapat diselesaikan pada sore hari ini.

“Perusahaan bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan agar situasi tetap terkendali dan pemulihan lokasi segera tuntas,” ujar Iman Soerjasantosa.

Ketika ditanyakan ada ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak Hansardi sebut tidak ada ganti rugi.***(Tom)