Reses M Syah Padri, Narkoba Kian Mengganas, Jalan Rusak dan Sanitasi Jadi Jeritan Warga

Reses M Syah Padri, Narkoba Kian Mengganas, Jalan Rusak dan Sanitasi Jadi Jeritan Warga

Rohil (Sangkala.id)-Kegiatan reses Anggota DPRD Rokan Hilir dari Fraksi PKB, Muhammad Syah Padri, ST, M.I.Kom, berubah menjadi forum keprihatinan bersama. Di tengah dialog dengan masyarakat daerah pemilihannya, isu narkoba mencuat sebagai ancaman paling serius, disusul persoalan infrastruktur dan sanitasi yang tak kalah mendesak.

Di hadapan warga, Syah Padri menegaskan bahwa peredaran narkoba kini sudah berada pada level yang mengkhawatirkan. Tidak lagi menyasar kalangan tertentu, barang haram tersebut disebut telah merambah seluruh lapisan masyarakat dari usia muda hingga orang tua.

"Kita tidak bisa anggap remeh. Narkoba ini sudah masuk ke semua lini. Ini ancaman nyata bagi masa depan daerah kita,"  tegasnya.

Ia mengingatkan, bahaya narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda. Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara kolektif, melibatkan pemerintah, masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan.

"Kita harus jaga anak-anak kita. Ini tantangan bersama yang tidak bisa ditunda,"  ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, DPRD bersama pemerintah daerah terus menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba melalui berbagai media, mulai dari spanduk, pamflet hingga edukasi langsung ke masyarakat.

Namun, Syah Padri menekankan bahwa upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa peran aktif orang tua. Ia menyebut keluarga sebagai benteng pertama dan utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

"Pengawasan dari orang tua itu kunci. Jangan sampai kita lengah," katanya.

Selain isu narkoba, persoalan kesehatan masyarakat juga menjadi sorotan. Ia mengimbau warga agar tidak menunda pengobatan ketika sakit, serta memastikan akses layanan kesehatan tetap terbuka.

"Kalau tidak punya BPJS, sampaikan ke saya. Nanti kita bantu koordinasikan dengan Dinas Sosial," tegasnya, menunjukkan komitmen membantu warga kurang mampu.

Tak hanya itu, suara masyarakat terkait infrastruktur turut mengemuka. Warga mengeluhkan kondisi Jalan Satria Tangko yang rusak parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak sekolah yang harus melintasinya setiap hari.

"Kalau hujan, jalan ini sangat sulit dilewati. Anak-anak jadi korban," ungkap salah seorang warga.

Masalah sanitasi juga tak luput dari perhatian. Fasilitas WC di kawasan pembekoan dilaporkan banyak yang tidak layak pakai, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan baru di tengah masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Syah Padri berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) untuk menghadirkan solusi konkret, termasuk pengadaan fasilitas WC yang layak.***(zal)