Pelalawan (Sangkala.id)-Pagi itu, Selasa (24/3/2026), Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, tampil berbeda.
Hamparan kebun cabai seluas tiga hektare tak sekadar menyuguhkan hasil pertanian, tetapi menjadi panggung lahirnya sebuah gerakan. Perpaduan kepedulian sosial, pelestarian budaya, dan komitmen pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Di tengah suasana hangat pedesaan, Bupati Pelalawan Zukri bersama Syafrizal dan sejumlah anggota DPRD turun langsung ke kebun, memanen cabai perdana yang telah lama dinantikan warga. Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat.
Program panen cabai ini tidak berhenti pada sektor pertanian semata. Ia dirancang sebagai gerakan sosial berkelanjutan di mana hasil panen akan disalurkan rutin setiap bulan kepada anak yatim dan janda lanjut usia di sekitar desa.
Langkah ini menjadi penegasan bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang keberpihakan dan empati. Di tengah tekanan ekonomi, program ini hadir sebagai oase menguatkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Kepala Desa Kuala Panduk, Tomjon, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah daerah.
"Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas niat mulia Bapak Bupati yang begitu peduli kepada masyarakat kami, khususnya anak yatim dan janda tua," ujarnya haru.
Bagi masyarakat, program ini bukan sekadar bantuan, melainkan bukti nyata kehadiran negara hingga ke pelosok desa.
Tak hanya panen cabai, kunjungan tersebut juga dirangkai dengan penutupan Turnamen Bupati Pelalawan Cup Ketinting 2026.
Lomba perahu ketinting yang menjadi identitas masyarakat pesisir itu kembali menggema di aliran sungai, menyatukan semangat tradisi dan kebersamaan.
Deru mesin ketinting yang membelah sungai bukan sekadar perlombaan, tetapi simbol kekuatan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Zukri juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Pelalawan, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Semoga kita semua berbahagia di hari kemenangan ini," ucapnya.
Ke depan, pemerintah daerah mendorong agar event ketinting berkembang menjadi agenda wisata unggulan. Dukungan DPRD melalui pokok pikiran (pokir) diharapkan mampu memperkuat pelaksanaannya.
Event ini dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari UMKM hingga pariwisata berbasis budaya.
Di balik kegiatan sosial dan budaya, perhatian terhadap infrastruktur tetap menjadi fokus. Bupati Pelalawan secara tegas meminta percepatan perbaikan jalan di Desa Kuala Panduk.
"Saya minta Kepala Dinas PU dan Bappeda segera menganggarkan perbaikan jalan untuk Desa Kuala Panduk," tegasnya, disambut tepuk tangan warga.
Bagi masyarakat, akses jalan adalah urat nadi kehidupan penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kehadiran unsur legislatif dan eksekutif dalam kegiatan ini memperlihatkan sinergi kuat antar pemangku kepentingan.
Anggota DPRD seperti Tengku Khairil, Musri Evendi, dan Lutfi turut hadir bersama jajaran OPD, memperkuat komitmen pembangunan yang merata hingga ke desa.
Kebersamaan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang tidak meninggalkan siapa pun.
Apa yang terjadi di Kuala Panduk mungkin tampak sederhana: panen cabai, perlombaan perahu, dan temu warga. Namun di balik itu, tersimpan makna besar tentang arah pembangunan yang inklusif dan berakar pada nilai kemanusiaan.
Panen cabai bukan sekadar hasil bumi. Ia adalah simbol harapan bahwa dari desa, kebaikan bisa tumbuh, kepedulian bisa menyebar, dan masa depan bisa dibangun bersama.***(adv/tom)