Gerakan Pangan Murah di Lipat Kain Kampar Kiri, Sekejab Langsung Ludes

Gerakan Pangan Murah di Lipat Kain Kampar Kiri, Sekejab Langsung Ludes

Kampar (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggulirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini, kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Lurah Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, dan langsung disambut antusias masyarakat.

Sejak pagi, warga telah memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Sejumlah komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, hingga telur menjadi buruan utama karena dijual di bawah harga pasaran.

Pantauan di lapangan menunjukkan transaksi berlangsung cepat dengan arus pembeli yang terus bergantian. Kondisi ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program stabilisasi harga yang digulirkan pemerintah daerah.

Lurah Lipat Kain, Andi Sukma, S.Pi, mewakili masyarakat Kampar Kiri, menyampaikan apresiasi dan harapan agar program tersebut dapat digelar secara rutin.

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Gerakan Pangan Murah ini. Melihat antusias masyarakat, kami berharap kegiatan ini tidak hanya sekali, tetapi bisa berkelanjutan," ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno, S.Sos, yang menyempatkan diri meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sebagai langkah konkret pemerintah dalam menekan inflasi sekaligus membantu meringankan beban masyarakat.

"Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Namun ke depan, kegiatan ini harus dilakukan secara masif dan berkesinambungan. Kami di DPRD akan mendorong agar program ini menjadi perhatian serius kepala daerah," tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan melalui Kepala Bidang Distribusi, Cadangan, dan Harga Pangan, Hery Jaswadi, SE, menyebutkan sejumlah komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya minyak goreng "Minyak Kita" sebanyak 480 liter, beras SPH 500 kilogram, telur 50 papan, mi instan 12 karton, gula 60 kilogram, serta berbagai bahan pangan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan harga dan kebutuhan masyarakat. Upaya intervensi seperti Gerakan Pangan Murah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga.***(feb)