WFH–WFO Bukan Alasan Turunnya Layanan, Bupati Kampar Tegaskan Komitmen Pelayanan Tetap Prima

WFH–WFO Bukan Alasan Turunnya Layanan, Bupati Kampar Tegaskan Komitmen Pelayanan Tetap Prima

Kampar (Sangkala.id)-Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, kembali menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pelayanan publik di tengah penerapan sistem kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penegasan itu mencuat dalam rapat transformasi budaya ASN, Senin (6/4) lalu, yang membahas implementasi Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Ahmad Yuzar menekankan bahwa kebijakan WFH dan WFO bukan sekadar penyesuaian pola kerja, melainkan bagian dari strategi meningkatkan kinerja birokrasi tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.

"WFH dan WFO ini bukan alasan untuk menurunkan kualitas layanan. Justru sebaliknya, ini harus menjadi instrumen untuk meningkatkan efektivitas kerja ASN," tegasnya.

Ia menegaskan, fleksibilitas kerja yang diberikan kepada ASN harus dibarengi dengan tanggung jawab yang lebih besar terhadap pelayanan publik. Menurutnya, masyarakat tidak boleh merasakan penurunan kualitas layanan hanya karena perubahan sistem kerja.

"Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Jangan sampai masyarakat dirugikan. Ini komitmen kita—dalam kondisi apa pun, pelayanan harus tetap prima," ujar Ahmad Yuzar.

Bupati juga mengingatkan pengaturan WFH dan WFO harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perangkat daerah, terutama unit yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya menjaga produktivitas ASN, tetapi juga memastikan kehadiran pemerintah tetap dirasakan oleh masyarakat secara nyata.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi budaya kerja ASN di Kampar yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan—menegaskan bahwa fleksibilitas kerja tidak boleh menggeser esensi utama birokrasi sebagai pelayan publik.***(feb)