Karhutla Masih Mengancam, Manggala Agni Berjibaku di Sejumlah Titik di Riau

Karhutla Masih Mengancam, Manggala Agni Berjibaku di Sejumlah Titik di Riau

Dumai (Sangkala.id)-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau belum sepenuhnya terkendali. Hingga Selasa (31/3), tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera masih berjibaku di sejumlah titik, bahkan di beberapa lokasi api masih aktif.

Di Kota Dumai, tepatnya di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai dan Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, sebanyak 18 personel dikerahkan untuk melakukan mopping up guna memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

Sementara itu di Kabupaten Bengkalis, penanganan dilakukan di beberapa desa di Kecamatan Rupat. Di Desa Teluk Lecah, tujuh personel masih melakukan pendinginan. Di Desa Pergam, api telah berhasil dipadamkan dan personel bantuan (BKO) mulai ditarik.

Namun kondisi berbeda terjadi di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara. Di lokasi ini, api belum berhasil dipadamkan. Sebanyak 39 personel gabungan dari berbagai daerah operasi masih bertahan melakukan upaya pemadaman intensif di lapangan.

Di Kabupaten Pelalawan, upaya pengendalian juga terus dilakukan. Di Desa Merbau, Kecamatan Bunut dan Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, tim masih melakukan mopping up. Sementara di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, api dilaporkan telah padam.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian, menegaskan operasi pemadaman terus berlanjut. Selain itu, upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan untuk memaksimalkan potensi hujan di wilayah terdampak.

"Kami terus berupaya memastikan setiap potensi awan dapat menghasilkan hujan untuk membantu proses pemadaman,"  ujarnya.

Ia juga mengingatkan, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi juga peran aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran.

"Mohon dukungan dan kesadaran bersama. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Keselamatan personel dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita semua," tegasnya.

Meski sejumlah titik telah padam, fakta bahwa api masih bertahan di beberapa wilayah menjadi peringatan serius bahwa ancaman karhutla belum berakhir. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih penting agar bencana serupa tidak terus berulang setiap tahunnya.***