Pekanbaru (Sangkala.id)-Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah tegas dalam merespons krisis energi global. Mulai pekan ini, kebijakan penghematan diberlakukan secara menyeluruh, mulai dari penerapan Work From Anywhere (WFA) setiap hari Jumat hingga pembatasan penggunaan kendaraan dinas.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh SF Hariyanto saat memimpin apel pagi dan halal bihalal Idulfitri 1447 H/2026 di halaman Kantor Gubernur Riau, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, situasi global yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung terhadap ketersediaan dan harga energi, sehingga pemerintah daerah perlu mengambil langkah antisipatif.
"Sesuai kebijakan penghematan listrik dan BBM, setiap hari Jumat kita berlakukan WFA. Lampu dimatikan, kecuali di area tertentu. AC juga harus dimatikan. Nanti akan ada pengecekan," tegasnya.
Langkah ini tidak hanya bersifat imbauan, tetapi akan diawasi secara ketat melalui evaluasi berkala. Pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak terhadap penurunan konsumsi energi di lingkungan perkantoran.
Selain WFA, penghematan juga diterapkan pada hari kerja biasa. ASN diimbau tidak langsung menyalakan pendingin ruangan sejak pagi hari, melainkan menyesuaikan dengan kondisi suhu.
"Senin sampai Kamis, kalau pagi sebaiknya AC tidak dihidupkan dulu. Ini langkah sederhana tapi berdampak besar," ujarnya
Di sektor transportasi, kebijakan lebih tegas diterapkan. Kendaraan dinas diminta untuk tidak digunakan selama akhir pekan. Mulai Jumat hingga Minggu, kendaraan tersebut "dikandangkan" atau tetap berada di rumah sebagai bentuk efisiensi penggunaan BBM.
Sebagai alternatif, penggunaan kendaraan listrik turut didorong sebagai bagian dari transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Lebih jauh, SF Hariyanto menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar penghematan anggaran, tetapi juga soal keteladanan pemerintah di hadapan masyarakat.
"Kita harus menjaga kepercayaan masyarakat. Penghematan energi harus dimulai dari kita sebagai pemerintah," tegasnya.
Dengan kebijakan ini, Pemprov Riau berharap dapat menekan konsumsi energi secara signifikan sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa efisiensi energi adalah tanggung jawab bersama di tengah tantangan global yang kian kompleks.***