Meranti (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan perayaan Imlek 2026 dan pelaksanaan ibadah Ramadhan tetap berjalan aman, tertib, dan harmonis meski beririsan selama enam hari.
Kepastian itu ditegaskan dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, ormas, dan OPD di Aula Kantor Bupati, Rabu (15/1/2026).
Rakor dipimpin langsung Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar, didampingi Ketua DPRD H. Khalid Ali, Sekda Sudandri, Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga, serta perwakilan TNI. Hadir pula FKUB, Kemenag, MUI, LAMR, PSMTI, dan unsur terkait lainnya.
Bupati Asmar menegaskan Imlek dan Ramadhan sama-sama kegiatan rutin keagamaan yang berdampak positif bagi daerah.
Event Imlek, khususnya perang air (Cian Cui), terbukti mendongkrak ekonomi dan pariwisata Meranti, sementara Ramadhan meningkatkan geliat UMKM dan spiritualitas masyarakat.
Data Pemkab mencatat, event Imlek mampu menarik lebih dari 50 ribu wisatawan, melibatkan 2.500 UMKM, mengisi 5.000 kamar hotel, dengan perputaran uang mencapai Rp60 miliar. Sementara bazar Ramadhan meningkatkan pendapatan UMKM hingga 15 persen.
Untuk menjaga kekhusyukan ibadah dan ketertiban umum, rakor menyepakati pengaturan teknis. Di antaranya, waktu Cian Cui tidak mengganggu sholat maghrib dan tarawih, larangan petasan saat ibadah, imbauan berpakaian sopan, serta relokasi bazar Ramadhan dari Jalan A. Yani ke kawasan Taman Cik Puan, Jalan Merdeka. Bazar di luar jalur perang air tetap berjalan normal.
Forkopimda, tokoh agama, dan etnis sepakat toleransi antarumat beragama di Meranti yang selama ini terjaga harus terus diperkuat. TNI-Polri menyatakan siap melakukan pengamanan maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif.
"Perbedaan harus dirajut menjadi kekuatan untuk membangun Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera," tegas Bupati Asmar.***(Asril)