Pelalawan (Sangkala.id)-Informasi yang disebar di ruang publik bisa menjadi pendorong munculnya optimisme. Jurnalisme yang konstruktif dan memberi efek positif pada pembangunan, pada akhirnya akan dinikmati oleh pelaku industri informasi itu sendiri, termasuk para pekerja pers.
“Dengan kekuatan yang dimiliki dalam memberi pengaruh, jurnalis dan pers sebenarnya bisa memainkan peran yang sangat besar bagi tercapainya kesejahteraan masyarakat,” ujar Vice President of Corporate Communication Astra Agro, Mochamad Husni.
Saran dan keyakinan tersebut disampaikan mantan jurnalis ini saat ia menjadi pembicara dalam workshop jurnalistik yang digelar PWI Kabupaten Pelalawan, Kamis (3/9) dan dihadiri Bupati Pelalawan, H. Zukri, SM, MM serta Ketua DPRD Pelalawan Syafrizal, SE, Anggota DPRD Asnol Mubarack, M.Si, Kasi Intel Kejari Pelalawan Pajri Aef Sanusi, SH, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar, Sekretaris PWI Riau N Doni Dwi Putra dan Ketua MUI Pelalawan DR H Iswadi Yazi, Lc, M.Sy.
Salah satu contoh kontribusi pers, menurut Husni, melalui penyebaran berita-berita positif yang membangun semangat dan optimisme di tengah-tengah masyarakat.
“Berita semacam ini pasti sejalan dengan agenda industri dan pemerintah daerah,” lanjutnya dalam seminar yang mengambil tema “Masa Depan Media di Era Artificial Intelligence” ini.
Di situlah, menurutnya, sinergi dan kerja sama antara pers, industri dan pemerintah dapat berjalan dengan baik. Pola sinergi ini sekaligus menjadi solusi ketika media massa mengalami disrupsi akibat kemajuan teknologi digital. Setelah digempur kemunculan sosial media, hantaman berikutnya pada media massa adalah kemunculan artifical intelligence.
Dampak bagi media massa, menurutnya, jika dulu media mengejar traffic untuk menghasilkan pageviews demi memancing inventory iklan, kemunculan answer engine seperti chat GPT, gemini, dan lain-lain membuat rumus lama tak ampuh lagi dalam membuat sebuah portal atau media dikenali pembaca. Pengaruhnya tentu ke keberlanjutan media tersebut.
“Meskipun sudah beradaptasi dengan digitalisasi, media massa semakin menghadapi tantangan yang tidak mudah,” ujar Husni.
Keberlangsungan media massa masih sangat mungkin diperjuangkan. Selain karena masyarakat akan selalu membutuhkan informasi, industri pers juga dapat bertahan melalui jalinan kerja sama dengan pemerintah maupun industri. Pers dapat menyebarkan hal-hal baik dari program pembangunan pemerintah maupun swasta.
Apabila masyarakat terinspirasi dengan semangat dan optimisme untuk membangun, maka pertumbuhan serta kemajuan wilayah yang dicita-citakan setiap pemerintah daerah akan mudah terwujud.
Pada akhirnya, industri pers akan turut menikmati kemajuan tersebut karena masyarakat yang sejahtera memiliki kemampuan untuk membayar informasi maupun karya-karya yang dihasilkan pekerja pers," pungkas Husni saat mengakhiri paparannya dihadapan para peserta WorkShop Jurnalis tersebut.
Di acara workshop tersebut Bupati Pelalawan H. Zukri, SM, MM menuturkan bahwa media harus bisa mengikuti perkembangan zaman terutama kecanggihan teknologi. Dalam jangka 2 detik teknologi AI sudah mampu membuat berita, seraya dirinya mempraktikkan dengan Ponsel yang digenggamnya.
Bupati Pelalawan Zukri juga meminta wartawan agar menggunakan Artificial Intellegence (AI) untuk mengkampanyekan membangun negeri dan bermanfaat bagi kepentingan publik atau umat.
"Mari kita ambil kecanggihan AI menjadi kebaikan, bukan menjadi hal negatif atau mudaratnya suatu kecanggihan teknologi," akhir Bupati. (Tom)