Meranti (Sangkala.id)-Puncak perayaan Perang Air Night Carnival 2026 berlangsung meriah di Taman Cik Puan, Selatpanjang, Sabtu (22/2/2026) malam. Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati kawasan menyaksikan pesta budaya malam yang telah menjadi ikon tahunan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Acara spektakuler itu menjadi penutup rangkaian Festival Perang Air dan Imlek 2026, yang sukses menarik kunjungan lebih dari 20.475 wisatawan, naik sekitar 1,79 persen dibandingkan tahun lalu.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan event budaya itu. Menurutnya, Night Carnival 2026 tidak saja sarana hiburan, tetapi memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Night Carnival tahun 2026 ini," ujar Asmar.
Ia menjelaskan, selama momentum Tahun Baru Imlek 2026, pergerakan penumpang di wilayah Meranti mencapai 20.475 orang, sementara kunjungan kapal sebanyak 352 unit sejak H-7 hingga hari H.
Lonjakan tertinggi tercatat pada H-2 atau 15 Februari 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 4.076 orang, meningkat 30,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

"Peningkatan mobilitas masyarakat sejalan dengan rangkaian perayaan Imlek dan Festival Perang Air yang menjadi agenda tahunan daerah," tambahnya.
Asmar menegaskan, tingginya kunjungan wisatawan berdampak positif terhadap sektor penginapan, transportasi, kuliner, serta pelaku UMKM di Kepulauan Meranti. Pemerintah berkomitmen menjadikan momentum budaya ini sebagai bagian dari strategi penguatan pariwisata berbasis kearifan lokal dan tradisi masyarakat pesisir.
Kemeriahan Perang Air Night Carnival 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, di antaranya Sekretaris Utama BNPP, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Drs. Vinsensius Jemadu, serta Kelompok Ahli BNPP, Irjen Pol. Drs. H. Hamidin dan Nur Kholis.
Selain pejabat pusat, tampak pula unsur Forkopimda Meranti, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan perwakilan yayasan keagamaan. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya dukungan lintas sektor terhadap keberlanjutan festival budaya air khas Selatpanjang tersebut.
Sebagai festival yang berakar dari tradisi masyarakat Tionghoa Selatpanjang, Perang Air atau "Cian Cui" kini telah menjelma menjadi daya tarik wisata unggulan Riau. Paduan unsur budaya, parade kostum bercahaya, dan iringan musik tradisional menjadikan Night Carnival tahun ini tampil spektakuler dan berkelas nasional.
Pemerintah daerah berharap, melalui promosi digital dan sinergi dengan Kemenparekraf, Festival Perang Air Meranti dapat masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dan menjadi destinasi wisata budaya unggulan Indonesia di masa mendatang.***(asril)