Siak (Sangkala.id)-Bupati Siak Afni Zulkifli mengungkapkan Transfer ke Daerah (TKD) reguler tahun 2026 untuk Kabupaten Siak hanya akan disalurkan sebesar 50 persen atau sekitar Rp311 miliar. Kebijakan itu merupakan keputusan pemerintah pusat sesuai amanat Undang-Undang APBN 2026, kecuali bagi daerah yang mendapat pengecualian akibat bencana alam.
Hal tersebut disampaikan Afni usai berdiskusi dengan Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Menurutnya, pemangkasan ini akan berdampak langsung pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di daerah penghasil migas dan kehutanan tersebut.
"Jika hak Siak tidak tersalurkan penuh, banyak hak dasar rakyat akan sulit terpenuhi," tegas Afni.
Bupati perempuan pertama di Siak itu juga menyoroti ketimpangan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima daerah penghasil sumber daya alam. Ia menilai kontribusi besar Siak terhadap devisa nasional belum sebanding dengan hasil yang diperoleh daerah.
Afni memaparkan, Kabupaten Siak memiliki lebih dari 250 ribu hektare izin Hutan Tanaman Industri (HTI), namun hanya memperoleh DBH Kehutanan Rp13 miliar pada 2026. Sementara dari 150 ribu hektare lahan sawit berizin, DBH Sawit hanya Rp7 miliar, keduanya mengalami pemangkasan hingga 50 persen.
"DBH Migas juga turun, sementara Dana Alokasi Khusus (DAK) dihapus. Ini sangat memberatkan dan tidak adil bagi daerah penghasil," kata Afni.
Ia meminta agar pemerintah pusat segera membayar kurang salur DBH tahun 2023 dan 2024 yang telah diakui sebagai utang kepada daerah.
"Pembayaran kurang salur itu mendesak karena terkait langsung dengan pemenuhan hak masyarakat," tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Suahasil Nazara menyatakan akan menyampaikan aspirasi Pemkab Siak ke tingkat lebih tinggi, serta meminta agar penagihan tetap dilakukan melalui jalur administrasi resmi.
Afni menegaskan, Pemkab Siak rutin menagih kewajiban tersebut hampir setiap bulan sambil terus melakukan efisiensi anggaran dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kami akan terus menagih hak rakyat Siak. Kami tidak akan diam dan terus berikhtiar agar Siak keluar dari masa sulit," pungkasnya.***