Di Tengah Tekanan Fiskal, SF Hariyanto Tetap Dukung PWI Riau

Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:02:02 WIB

Pekanbaru (Sangkala.id)-Tekanan fiskal membuat Pemerintah Provinsi Riau harus mengencangkan ikat pinggang. Efisiensi anggaran dilakukan di berbagai sektor, termasuk membatasi kegiatan seremonial. Namun, dukungan terhadap agenda pers dan peningkatan kompetensi wartawan tetap dibuka.

Komitmen itu disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto saat menerima jajaran pengurus PWI Riau yang dipimpin Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar di ruang kerjanya, Senin (5/10).

Pertemuan turut dihadiri Kepala BPKAD Indra, Kepala Bapenda Ninno, Kepala Diskominfo Supriyadi, Kabiro Umum Herman, Kepala Biro Adpim Mardoni Akrom, serta Kabid Kominfo Fahmi.

SF Hariyanto menjelaskan kondisi fiskal Riau ikut tertekan setelah pemerintah pusat melakukan pemangkasan anggaran, termasuk dana TPPD. Situasi itu memaksa Pemprov Riau melakukan efisiensi dan menata ulang prioritas belanja.

“Kita harus tetap optimis. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan dan kita harus pandai mengelola anggaran,” kata SF Hariyanto.

Ia menyoroti persoalan layanan kesehatan di tiga kabupaten di Riau yang disebut mengalami kesulitan membayar iuran BPJS Kesehatan masyarakat. Menurut dia, keterbatasan fiskal tidak boleh membuat pelayanan dasar terganggu.

Dalam pertemuan itu, Raja Isyam menyampaikan kondisi PWI Riau setelah organisasi kembali bersatu pascaperpecahan. Ia juga melaporkan kondisi Gedung PWI Riau yang mengalami kerusakan di sejumlah bagian, termasuk kebocoran dan plafon yang terjatuh.

Agenda organisasi menjadi pembahasan berikutnya. PWI Riau bersiap mengikuti Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang direncanakan berlangsung bersamaan di Lampung pada April 2027.

Raja Isyam menyampaikan kebutuhan dukungan Pemprov Riau untuk keberangkatan kontingen PWI Riau. HPN memiliki posisi strategis bagi insan pers nasional. Presiden juga direncanakan hadir dalam agenda tersebut.

“Ini agenda nasional keluarga besar pers di tanah air. Kami meminta masukan dari bapak gubernur terkait dukungan anggaran,” ujar Raja.

SF Hariyanto menyatakan Pemprov Riau tetap membuka dukungan, meski nilainya tidak bisa disamakan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kita siap bantu HPN dan Porwanas. Dengan kondisi fiskal saat ini dan efisiensi di mana-mana, kita tidak bisa bantu seperti dulu-dulu lagi. Tapi tetap kita bantu. Nanti kita carikan jalannya,” ujarnya.

Dukungan juga diarahkan pada program peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW). PWI Riau berharap Pemprov Riau dapat membantu memfasilitasi program tersebut sebagai bagian dari peningkatan kualitas wartawan di daerah.

SF juga merespons kondisi Gedung PWI Riau. Ia berjanji mengirim tim Dinas PUPR untuk melihat bagian bangunan yang mengalami kerusakan dan menentukan perbaikannya.

“Gedung PWI itu dibangun masa saya Kadis PU. Nanti kita perbaiki mana-mana yang rusak. Saya kirim tim dari PU,” katanya.

Raja Isyam memahami keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Karena itu, PWI Riau juga menyiapkan langkah efisiensi untuk mengikuti HPN dan Porwanas. Kontingen akan berangkat menggunakan bus dengan jumlah pengurus dan atlet yang dibatasi.

“Kami juga akan prihatin. Kita berangkat dengan bus dan membatasi pengurus serta atlet yang berangkat,” ujar Raja.

Pertemuan itu memperlihatkan satu garis kepentingan: di tengah tekanan fiskal, agenda pelayanan publik tetap menjadi prioritas, sementara dukungan terhadap pers dan peningkatan kompetensi wartawan tetap diupayakan melalui skema anggaran yang lebih efisien.***

Terkini