Harga Gabah Terjaga, Petani Makin Kuat Jaga Pangan Nasional

Kamis, 17 September 2026 | 12:13:48 WIB

Jakarta (Sangkala.id)-Kebijakan menjaga harga gabah dan memperkuat pupuk bersubsidi dinilai memberi kepastian lebih besar bagi petani. Stabilitas di tingkat petani menjadi salah satu penopang produksi pangan nasional.

Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah mengapresiasi kebijakan pemerintah mempertahankan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram, memperkuat penyerapan Bulog serta menjaga alokasi pupuk bersubsidi 9,55 juta ton.

“Kebijakan ini memberikan kepastian bagi petani. Dampaknya tercermin pada NTP nasional Juli 2026 yang mencapai 127,84,” kata Jundi di Jakarta.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi Indonesia pada 2025 mencapai 60,21 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka itu meningkat 7,06 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi beras untuk konsumsi juga naik menjadi 34,69 juta ton, sementara luas panen mencapai 11,32 juta hektare.

Penguatan sektor pertanian tidak berhenti pada harga gabah. Pemerintah juga mempertahankan alokasi pupuk bersubsidi 9,55 juta ton pada 2026. Hingga 25 Juni 2026, realisasi penyalurannya mencapai 54,28 persen.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI Aulia Furqon menilai dukungan sarana produksi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas petani.

“Pemerintah tidak sekadar meminta petani meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kebutuhan utama mereka dari sisi input,” ujar Aulia.

Dari sisi hilir, kepastian harga diperkuat melalui HPP gabah Rp6.500 per kilogram. Pemerintah juga mendorong penyerapan gabah secara optimal melalui Bulog dan pelaku usaha.

Indikator kesejahteraan petani ikut bergerak. BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juli 2026 berada di level 127,84. Subsektor tanaman pangan naik 1,32 persen secara bulanan.

Di tengah capaian tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapat penilaian tinggi dalam Government Performance Assessment Index Politica Indonesia yang dirilis September 2026. Penilaian menggunakan evaluasi berbasis bukti dan analisis keputusan dengan data statistik sektoral serta dokumen resmi pemerintah.

Amran memperoleh skor 91 dalam penilaian tersebut. KAMMI mengaitkannya dengan sejumlah kebijakan pertanian, mulai dari peningkatan produksi padi, penguatan pupuk bersubsidi hingga kebijakan harga gabah.

“Petani tahu siapa yang bekerja untuk mereka. Ketika produksi meningkat, pupuk diperkuat dan harga gabah dijaga, petani bisa melihat langsung kebijakan yang mereka rasakan,” kata Jundi.

KAMMI mendorong pendekatan serupa diterapkan pada komoditas strategis lain, seperti jagung, kedelai, hortikultura, perkebunan rakyat dan peternakan.

Namun, peningkatan produksi juga perlu berjalan bersama keberlanjutan. Efisiensi penggunaan pupuk, kesehatan tanah, ketersediaan air serta kemampuan menghadapi perubahan iklim dinilai perlu menjadi bagian dari kebijakan pertanian ke depan.

Dengan harga yang lebih pasti, dukungan sarana produksi dan penyerapan hasil panen, petani tidak hanya didorong menjadi produsen pangan. Mereka menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.***

Terkini

Keselamatan Jadi Taruhan Utama Transportasi Meranti

Kamis, 17 September 2026 | 15:22:45 WIB

DPRD Rokan Hilir Dorong Perda "Rokan Hilir Hijau"

Kamis, 17 September 2026 | 14:06:51 WIB

DPRD Rohil Desak Pemkab Serahkan Dokumen KUA-PPAS

Kamis, 17 September 2026 | 13:51:47 WIB