Meranti (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menjajaki kerja sama dengan Construction Industry Development Board (CIDB) Malaysia untuk menyiapkan tenaga kerja konstruksi bersertifikat dan legal.
Penjajakan berlangsung di Aula Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Kamis (20/8/2026), dipimpin Wakil Bupati Muzamil Baharudin. Hadir Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru Siti Fauziah serta perwakilan CIDB Malaysia Muhammad Zainal Abidin dan Rizwan.
Muzamil mengatakan posisi Meranti yang dekat dengan Malaysia menjadi peluang membuka pasar kerja bagi warga. Namun, persoalan legalitas masih menjadi tantangan. Ia menyebut sekitar 54 ribu tenaga kerja asal Meranti melakukan mobilitas ke Malaysia sepanjang 2026, dengan sekitar 85 persen masih menggunakan visa kunjungan atau wisata.
Pemkab Meranti ingin mengubah pola tersebut melalui pelatihan, sertifikasi dan penyaluran tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan di Malaysia.
BLK Meranti disiapkan menjadi pusat pelatihan. CIDB Malaysia menyatakan siap mendukung peningkatan kompetensi, terutama bidang konstruksi seperti bangunan, batu bata, lantai beton, pertukangan kayu dan plaster.
“Kita ingin mendukung pembangunan di Malaysia, tetapi harus melalui cara yang legal. Pekerja asal Meranti sebenarnya memiliki keterampilan, tinggal bagaimana keterampilan itu dibuktikan melalui sertifikasi yang diakui,” kata Muzamil.
KJRI Johor Bahru mendukung rencana tersebut. Sebagai tindak lanjut, CIDB bersama jajaran Pemkab Meranti meninjau BLK dan sekolah kejuruan di Selatpanjang.
Kerja sama masih dalam tahap pematangan konsep dan akan disesuaikan dengan regulasi Indonesia serta Malaysia.***(asril)