Meranti (Sangkala.id)-Jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfotiksan) Kabupaten Kepulauan Meranti datang bersama pekerjaan yang tak ringan.
Di tengah banjir informasi dan tuntutan keterbukaan, dinas ini menjadi salah satu pintu utama pemerintah daerah berhadapan dengan publik.
Sukri, SE, kini dipercaya mengisi posisi tersebut. Penunjukan ini membawa harapan agar komunikasi pemerintah di Kepulauan Meranti bergerak lebih terbuka, cepat dan responsif.
Bagi awak media yang pernah berinteraksi dengannya, Sukri dikenal sebagai birokrat yang ramah, terbuka dan relatif mudah ditemui. Sikap itu menjadi modal penting bagi seorang pejabat yang sehari-hari harus berhadapan dengan wartawan, masyarakat dan jajaran pemerintahan.
Kominfotiksan tidak sekadar mengurus publikasi kegiatan kepala daerah. Dinas ini memegang fungsi strategis: penyebarluasan informasi pemerintahan, pelayanan informasi publik, hubungan media, pengelolaan informatika, pemerintahan berbasis elektronik, statistik sektoral hingga persandian.
Di titik inilah tantangan Sukri bermula.
Informasi pemerintah tidak cukup hanya ramai dipublikasikan. Publik membutuhkan informasi yang jelas, cepat, akurat dan mudah dipahami. Ketika pemerintah mengambil kebijakan, masyarakat perlu tahu alasan, tujuan serta dampaknya.
Sukri memiliki pengalaman birokrasi cukup panjang. Ia meniti karier dari bawah dan sebelumnya bertugas di Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pengalaman bersentuhan dengan persoalan sosial menjadi bekal untuk membangun komunikasi pemerintahan yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.
Gaya kerja yang low profile, komunikatif dan responsif bisa menjadi kekuatan. Namun, jabatan Plt tetap menuntut lebih dari sekadar kemampuan berkomunikasi. Koordinasi internal, kecepatan merespons isu, akurasi informasi dan hubungan sehat dengan pers akan menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.
Di era ketika satu informasi bisa menyebar dalam hitungan menit, keterlambatan pemerintah memberi penjelasan dapat menciptakan ruang bagi spekulasi.
Karena itu, Kominfotiksan Meranti membutuhkan pola komunikasi yang tidak sekadar bersifat seremonial. Dinas ini dituntut hadir ketika masyarakat membutuhkan penjelasan, termasuk saat muncul persoalan yang menyangkut kebijakan pemerintah daerah.
Harapan awak media pun sederhana: Sukri tidak hanya memperkuat wajah publikasi pemerintah, tetapi mampu menjadikan Kominfotiksan sebagai jembatan yang kokoh antara pemerintah, masyarakat dan pers.
Ujian sebenarnya bukan terletak pada banyaknya berita yang terbit. Ukurannya ada pada sejauh mana informasi pemerintah bisa dipahami publik dan pada akhirnya memperkuat kepercayaan masyarakat.***(asril)