290 Asrama Santri Ludes, Bupati Kampar Bergerak Cepat ke Kuntu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:44:50 WIB

Kampar (Sangkala.id)-Api melalap ratusan kamar santri di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Senin malam (10/8/2026). Sebanyak 290 unit asrama berukuran 2 x 2 meter hangus. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sehari setelah kebakaran, Bupati Kampar Ahmad Yuzar langsung turun ke lokasi. Ia melihat puing-puing bangunan sekaligus memastikan kebutuhan para santri terpenuhi.

Kebakaran menyisakan persoalan mendesak: tempat tinggal sementara bagi para santri. Pemerintah Kabupaten Kampar merespons dengan mengirim bantuan logistik dan mendirikan tenda darurat di lingkungan pesantren.

Bantuan yang disalurkan mencakup makanan siap saji, lauk-pauk, kasur, selimut, beras, pakaian layak pakai, tenda gulung hingga 100 boks hygiene kit.

BPBD Kampar bersama Dinas Sosial bergerak mendirikan tenda sebagai tempat sementara para santri yang kehilangan asrama. Penanganan ini menjadi langkah awal pemerintah daerah setelah api menghanguskan tempat tinggal mereka.

"Yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan para santri terpenuhi," kata Ahmad Yuzar saat meninjau lokasi.

Ia menyampaikan duka atas musibah tersebut sekaligus memastikan Pemkab Kampar tetap mendampingi proses penanganan pascakebakaran.

"Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat mengurangi beban para santri serta keluarga besar Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin. Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus berupaya memberikan dukungan dalam penanganan pascabencana ini," ujarnya.

Di tengah kepanikan saat api berkobar, satu kabar melegakan muncul. Tidak ada santri yang menjadi korban.

Pimpinan Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu, Abuya Ahmad Junaidi, mengatakan para santri sedang berada di masjid ketika kebakaran terjadi.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Saat kebakaran terjadi, para santri sedang melaksanakan kegiatan di masjid,” kata Ahmad Junaidi.

Ia mengapresiasi respons cepat Pemkab Kampar yang langsung mengirim bantuan dan mendirikan tenda darurat.

Kebakaran ini bukan sekadar soal bangunan yang hangus. Ratusan santri kini harus menjalani aktivitas di tengah kondisi darurat. Pemerintah daerah dituntut memastikan kebutuhan dasar mereka tetap tersedia sembari menunggu langkah pemulihan pesantren.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Yuzar didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kampar Yuricho Efril, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kampar Lukmansyah Badoe, Kepala Pelaksana BPBD Kampar Azwan serta Kepala Dinas Sosial Agustar.***(feb)

Terkini