Pemkab Rohil Bidik 203 Bedah Rumah, 67 Unit Mulai Dikerjakan

Senin, 10 Agustus 2026 | 21:11:30 WIB

Rohil (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir memasang target 203 rumah warga kurang mampu masuk program bedah rumah sepanjang 2026. Program ini menyasar hunian tidak layak agar berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

Namun, dari rincian sumber bantuan yang disampaikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Rohil, baru 147 unit yang teridentifikasi. Sebanyak 67 unit berasal dari dana aspirasi dewan, 71 unit dari Pemkab Rohil, empat unit dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta lima unit dari Dinas Sosial.

Artinya, masih terdapat selisih 56 unit dari target 203 rumah yang belum disebutkan sumber pendanaannya.

Kepala Bidang Perumahan Disperkim Rohil Kudri menyampaikan data tersebut usai menghadiri peletakan batu pertama program bedah rumah di Kepenghuluan Serusa, Kecamatan Bangko, Senin (10/8/2026).

“Yang sudah masuk dalam pekerjaan itu 67 unit yang berasal dari dana aspirasi,” kata Kudri.

Pekerjaan 67 unit tersebut kini mulai berjalan. Pelaksanaan dilakukan bertahap dengan melibatkan masyarakat setempat. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan berlangsung tepat sasaran dan sesuai kebutuhan penerima bantuan.

Program bedah rumah bukan sekadar memperbaiki dinding, lantai, atau atap. Bagi keluarga berpenghasilan rendah, rumah layak menjadi bagian penting dari kualitas hidup.

Hunian yang aman dan sehat diharapkan mengurangi risiko kesehatan sekaligus memberi ruang hidup yang lebih manusiawi bagi keluarga penerima bantuan.

Kudri mengatakan seluruh sumber pembiayaan yang tersedia akan dimanfaatkan maksimal. Pemerintah daerah juga menekankan pengawasan setiap tahapan pembangunan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Target 203 rumah menjadi pekerjaan besar bagi Disperkim Rohil. Pemerintah tidak hanya dituntut menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan bantuan benar-benar jatuh kepada warga yang membutuhkan.

Jika seluruh target terealisasi, ratusan keluarga di berbagai kecamatan akan merasakan perubahan dari program tersebut.

Bagi Rohil, bedah rumah bukan semata urusan membangun kembali bangunan yang rapuh. Program ini menyentuh kebutuhan paling dasar: memastikan warga kurang mampu memiliki tempat tinggal yang aman untuk bertahan dan membangun kehidupan.***(feb)

Terkini