Bupati Siak, Afni Zilkifli: Menjaga Siak Berarti Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51:12 WIB

Pekanbaru (Sangkala.id)-Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli menegaskan Kabupaten Siak memegang peran strategis dalam ketahanan energi Indonesia. Daerah penghasil minyak itu, kata dia, menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan ekonomi, pertahanan, dan kedaulatan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Afni saat menjadi narasumber Sarasehan Pasis Seskoau A-65 bertema Meneguhkan Nilai-Nilai Kejuangan dalam Mewujudkan Pertahanan Energi Guna Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh di Hotel Jatra Pekanbaru, Rabu (29/7/2026).

Di hadapan ratusan perwira TNI AU, TNI AD, Polri, dan peserta pendidikan Seskoau, Afni menilai ketahanan energi merupakan fondasi utama ketahanan nasional. Negara yang kuat, menurutnya, harus ditopang sektor industri dan energi yang tangguh.

Afni mengingatkan generasi saat ini memikul tanggung jawab menjaga kemerdekaan sekaligus memastikan kekayaan energi memberi manfaat nyata bagi masyarakat di daerah penghasil. Ia juga mengangkat sejarah Kerajaan Siak yang menyerahkan harta, tahta, serta sumber-sumber minyak kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk kontribusi besar terhadap perjalanan bangsa.

"Riau adalah jantung ketahanan energi Indonesia. Jika terjadi gangguan terhadap daerah penghasil energi, dampaknya akan dirasakan secara nasional. Menjaga Siak sama dengan menjaga ketahanan energi nasional," ujar Afni.

Ia menjelaskan, Kecamatan Minas di Kabupaten Siak menjadi salah satu pusat produksi minyak nasional yang dikelola Pertamina Hulu Rokan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Siak merupakan pemegang saham terbesar PT Bumi Siak Pusako (BSP), salah satu BUMD yang bergerak di sektor energi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan Provinsi Riau menjadi salah satu lumbung energi nasional. Potensi tersebut ditopang perkebunan kelapa sawit seluas sekitar 3,87 juta hektare atau 21,23 persen dari total luas sawit Indonesia, dengan produksi sekitar 9,4 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun.

Di sektor migas, produksi minyak Riau mencapai sekitar 131.040 hingga 151.550 barel per hari atau menyumbang 24–30 persen produksi minyak nasional. Peran itu diperkuat Kilang Pertamina RU II Dumai yang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 170 ribu barel per hari atau 16,5 persen kapasitas pengolahan nasional.

SF Hariyanto menambahkan, posisi geografis Riau di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadikan provinsi ini sebagai pusat distribusi energi dan ekspor komoditas strategis. Kondisi tersebut semakin mengukuhkan peran Riau dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus pertahanan negara.***

Terkini