Kampar (Sangkala.id)-Sekretaris Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Kampar, Fitra Fadhali SE MM, menjadi satu-satunya peserta asal Riau yang mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Wasit Lisensi Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) di Universitas Negeri Jakarta, 16–20 Juli 2026.
Pelatihan yang digelar PB PSTI bekerja sama dengan ASTAF itu bertujuan mencetak wasit berstandar internasional untuk memimpin berbagai kejuaraan tingkat Asia dan dunia. Peserta dibekali materi regulasi pertandingan, kepemimpinan di lapangan, etika profesi, hingga simulasi perwasitan sesuai standar internasional.
Fitra mengaku bangga mendapat kepercayaan mewakili Riau. Kesempatan tersebut dinilai menjadi momentum meningkatkan kompetensi sekaligus membawa nama baik Kampar di tingkat internasional.
"Ini amanah sekaligus tanggung jawab besar. Saya ingin membawa ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas sepak takraw di Kampar dan Riau," ujarnya.
Ia berharap semakin banyak putra-putri Riau berkiprah sebagai atlet, pelatih, maupun wasit di level internasional.
Keikutsertaan Fitra mendapat dukungan dari pimpinan DPRD Kabupaten Kampar, PSTI Kampar, serta KONI Kabupaten Kampar.
Ketua PSTI Kampar, Zulpan Azmi, menyebut keberhasilan Fitra menjadi satu-satunya wakil Riau membuktikan Kampar memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat Asia.
"Kesempatan mengikuti pelatihan lisensi ASTAF tidak mudah diraih. Kami berharap Fitra menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dan lulus sebagai wasit berlisensi internasional," katanya.
Apresiasi juga datang dari anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno. Menurutnya, pencapaian tersebut layak menjadi kebanggaan masyarakat Kampar dan mendapat perhatian pemerintah daerah.
Sementara Ketua KONI Kampar M. Yasir menilai prestasi itu menunjukkan olahraga tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga perangkat pertandingan yang mampu bersaing di level dunia.
Keikutsertaan Fitra diharapkan membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak wasit sepak takraw asal Riau yang tampil pada kejuaraan nasional maupun internasional.***(feb)