Pekanbaru (Sangkala.id)-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru untuk memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui pelatihan budidaya ayam petelur. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di kantor Distankan Kota Pekanbaru, Rabu (8/7).
Perjanjian ditandatangani Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto dan Kepala Distankan Kota Pekanbaru Maisisco. Program difokuskan pada pelatihan serta pendampingan budidaya ayam petelur di lahan produksi terbatas sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah bebas.
Yuniarto menilai kerja sama tersebut menjadi langkah strategis memperkuat pembinaan di dalam lapas. Selain meningkatkan keterampilan, program peternakan juga mendukung ketahanan pangan serta membantu memenuhi kebutuhan gizi warga binaan melalui hasil produksi telur.
Menurutnya, pembinaan harus menghasilkan keterampilan yang dapat diterapkan setelah warga binaan kembali ke masyarakat sehingga mampu hidup mandiri dan produktif.
Sementara itu, Distankan Kota Pekanbaru akan memberikan pelatihan teknis, pendampingan, dan penguatan kapasitas di bidang peternakan agar program berjalan berkelanjutan.
Kepala Distankan Kota Pekanbaru Maisisco mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai program budidaya ayam petelur tidak hanya meningkatkan kompetensi warga binaan, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan gizi dan asupan protein di lingkungan Lapas Pekanbaru.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus memberi manfaat jangka panjang setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.***