Meranti (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menandatangani Perjanjian Kerja Sama Program Penghargaan Desa Bebas Api bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Hotel Unigraha, Kabupaten Pelalawan, Senin (29/6). Kesepakatan ini memperkuat kolaborasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Pulau Padang yang didominasi lahan gambut dan rawan terbakar.
Perjanjian ditandatangani Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar dan disaksikan unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, serta manajemen PT RAPP.
Asmar menegaskan karhutla menjadi ancaman yang terus berulang dan hanya dapat dicegah melalui sinergi pemerintah, perusahaan, aparat keamanan, serta masyarakat. Pulau Padang, menurutnya, membutuhkan perhatian khusus karena karakteristik lahan gambut membuat kawasan itu sangat rentan terhadap kebakaran.
Ia mengapresiasi komitmen PT RAPP yang konsisten menjalankan Program Desa Bebas Api sejak beberapa tahun terakhir. Program tersebut dinilai bukan sekadar memberikan penghargaan, tetapi membangun budaya peduli lingkungan, memperkuat gotong royong, dan mendorong masyarakat membuka lahan tanpa membakar.
Bupati juga meminta kepala desa, perangkat desa, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) meningkatkan edukasi kepada warga serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan tim pemadam perusahaan. Desa yang mampu mempertahankan status zero fire diharapkan memanfaatkan penghargaan untuk pembangunan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.
Manajer PT RAPP Wan Mohammad Jakh Anza menjelaskan Program Desa Bebas Api telah berjalan sejak 2015. Di Pulau Padang terdapat 11 desa yang menjadi perhatian, sementara tahap kerja sama kali ini melibatkan Desa Mengkopot dan Desa Selat Akar berdasarkan analisis tingkat risiko kebakaran.
Selama musim kemarau, desa yang bebas dari kebakaran akan memperoleh program pembangunan senilai Rp100 juta. Bantuan diberikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan masyarakat, bukan uang tunai.
Selain penghargaan, RAPP juga menjalankan sosialisasi bahaya karhutla, penguatan kapasitas masyarakat, pembentukan crew leader, serta bantuan pembukaan lahan tanpa bakar dengan metode mekanis.
Program Desa Bebas Api bahkan telah menjadi salah satu model pencegahan karhutla yang mendapat perhatian nasional dan pernah menjadi kajian Institut Pertanian Bogor (IPB). Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga Pulau Padang tetap bebas kebakaran sekaligus mewujudkan Kepulauan Meranti bebas asap.***(asril)