Pekanbaru (Sangkala.id)-Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan tidak boleh ada anak di Riau yang putus sekolah hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri atau kendala biaya pendidikan. Komitmen itu diwujudkan melalui Program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Swasta Jalur Afirmasi yang mulai dibuka bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Program tersebut disiapkan untuk menjamin hak pendidikan generasi muda sekaligus menekan angka putus sekolah. Pemprov Riau memberi dukungan penuh dengan menyediakan bantuan pendidikan bagi siswa yang diterima melalui jalur afirmasi.
“Pemerintah Provinsi Riau hadir memastikan tidak ada anak Riau yang putus sekolah karena terkendala biaya. Jalur afirmasi di sekolah swasta membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak dari keluarga tidak mampu agar tetap bisa bersekolah,” kata SF Hariyanto.
Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu, penyandang disabilitas, serta siswa yang belum berhasil diterima pada pilihan terakhir sekolah negeri.
Menurut SF Hariyanto, data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau tahun 2025 masih menunjukkan adanya lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke SMA maupun SMK akibat faktor ekonomi. Kondisi tersebut mendorong pemerintah menggandeng sekolah swasta sebagai mitra strategis dalam memperluas akses pendidikan.
Ia meminta sekolah swasta ikut mengambil peran sosial dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Jalur afirmasi dinilai menjadi bentuk gotong royong dunia pendidikan untuk memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang sama.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan akan mengalokasikan tambahan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi sekolah swasta penerima siswa afirmasi. Bantuan diberikan selama tiga tahun masa pendidikan siswa.
"Kita berikan bantuan BOSDA selama tiga tahun pendidikan. Jadi tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Semua anak di Riau harus mendapatkan pendidikan yang setara sekaligus mendukung program prioritas nasional Wajib Belajar 13 Tahun," ujarnya.
Pada SPMB tahun ini, tersedia kuota jalur afirmasi sebanyak 2.179 siswa, terdiri dari 424 kursi di SMA swasta dan 1.755 kursi di SMK swasta yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.
Program ini diharapkan menjadi solusi bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri, sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Riau.***
Berikut sekolah swasta di Riau yang bisa didaftar melalui jalur afirmasi, diantaranya:
SMA Swasta
SMA Advent Pekanbaru 40 siswa
SMA Plus Bina Bangsa 30 siswa
SMA Handayani 30 siswa
SMA PGRI Pekanbaru 10 siswa
SMA Plus Terpadu 100 siswa
SMA Smart Indonesia 40 siswa
SMA Setia Dharma 10 siswa
SMA Lancang Kuning Dumai 30 siswa
SMA Advent Pasir Putih Kampar 60 siswa
SMA Persada Pebenaan Indragiri Hilir 29 siswa
SMA Muhammadiyah Seberida Indragiri Hulu 35 siswa
SMA Islam Darul Huda Lirik Indragiri Hulu 10 siswa
SMK Swasta
SMK Bina Profesi Pekanbaru 150 siswa
SMK 5 Agustus Pekanbaru 80 siswa
SMK Yabri Terpadu 50 siswa
SMK Dwi Sejahtera 30 siswa
SMK Tunas Karya Pekanbaru 20 siswa
SMK PGRI Pekanbaru 10 siswa
SMK Kesehatan Pro Skill Pekanbaru 25 siswa
SMK Kansai Pekanbaru 250 siswa
SMK Keuangan Pekanbaru 100 siswa
SMK Akbar Pekanbaru 100 siswa
SMK Migas Teknologi Pekanbaru 40 siswa
SMK Migas Bumi Melayu Riau 90 siswa
SMK Dirgantara Riau 80 siswa
SMK Teknologi Riau 10 siswa
SMK Plus Terpadu 100 siswa
SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru 50 siswa
SMK Setia Dharma 10 siswa
SMK Siantika Pekanbaru 50 siswa
SMK IT Al Hisa 50 siswa
SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru 25 siswa
SMK YKWI Pekanbaru 30 siswa
SMK Multi Mekanik Masmur Pekanbaru 30 siswa
SMK Telkom Pekanbaru 10 siswa
SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru 5 siswa
SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru 14 siswa
SMK 1 Perbankan Duri 75 siswa
SMK Korpri Duri 100 siswa
SMK Global Cendekia Kampar 20 siswa
SMK Muhammad Yunus Rokan Hilir 60 siswa
SMK Farmasi Ikasari Dumai 36 siswa