BSAL Perkuat Budaya Peduli Lingkungan, Daur Ulang 46 Ton Sampah dan Miliki 776 Nasabah

Minggu, 17 Mei 2026 | 15:45:00 WIB
Pelantikan Pengurus BSAL periode 2025–2028 yang dilaksanakan di Sekolah Mutiara dan Harapan, Sabtu (16/5/2026).

Pelalawan (Sangkala.id)-Bank Sampah Andalan Lestari (BSAL) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di kawasan Riau Kompleks, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Melalui berbagai program edukasi dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, komunitas ini dinilai berhasil meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut kembali diperkuat melalui Pelantikan Pengurus BSAL periode 2025–2028 yang dilaksanakan di Sekolah Mutiara dan Harapan, Sabtu (16/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Malayana kembali dipercaya untuk memimpin BSAL setelah sebelumnya juga menjabat sebagai ketua pada periode terdahulu. Kepengurusan baru ini diharapkan dapat melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru.

BSAL merupakan komunitas peduli lingkungan yang terdiri dari istri karyawan dan karyawati di lingkungan Riau Kompleks. Komunitas ini dibentuk dengan tujuan menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman melalui pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, BSAL juga berperan sebagai mitra bagi RAPP dan masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan.

Dengan mengusung prinsip 3R yakni Reduce, Reuse, Recycle, BSAL aktif menjalankan berbagai kegiatan seperti edukasi, pelatihan, hingga kampanye pengelolaan sampah kepada masyarakat dan sekolah-sekolah. Berbagai program tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Pembina BSAL, Diana Sinulingga menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi dan perkembangan program yang telah dijalankan BSAL selama ini. Diana berharap kepengurusan baru dapat terus mempertahankan semangat dan keberlanjutan program yang telah dibangun sebelumnya agar manfaatnya dapat terus dirasakan.

“Tugas kita jelas, memajukan dan meningkatkan hal-hal yang sudah ada di masa lampau. Program-program yang sudah berjalan dengan baik saya harap bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan agar BSAL semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Diana juga menekankan pentingnya tiga hal utama yang harus terus dijaga oleh BSAL, yaitu edukasi, manajemen, dan inovasi. Menurutnya, ketiga hal tersebut menjadi fondasi penting agar program-program pengelolaan sampah yang telah berjalan dapat terus berkembang, mengikuti kebutuhan masyarakat, serta mampu memberikan dampak positif yang lebih luas terhadap lingkungan.

“BSAL sudah banyak melakukan aktivitas-aktivitas sebelumnya, jadi saya harap hal ini akan terus tetap berkelanjutan ke depannya. Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan, manajemen organisasi juga perlu diperkuat, dan inovasi harus terus dihadirkan agar program-program BSAL semakin relevan dan berdampak,” imbuhnya.

Dalam kegiatan pelantikan tersebut, BSAL turut menampilkan berbagai capaian yang berhasil diraih selama tiga tahun terakhir. Hingga saat ini, total sampah yang berhasil didaur ulang mencapai 46.590 kilogram dengan nilai ekonomi sebesar Rp88.524.873. Capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Selain itu, jumlah nasabah BSAL juga mengalami peningkatan yang signifikan. Jika pada tahun 2022 jumlah nasabah tercatat sebanyak 32 orang, maka hingga tahun 2025 jumlah tersebut meningkat menjadi 776 nasabah. Peningkatan ini dinilai menjadi indikator semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dan penerapan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Malayana menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin BSAL. Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir, BSAL terus aktif menjalankan berbagai program edukasi dan pendampingan kepada masyarakat di kawasan Riau Kompleks maupun di luar kompleks perusahaan.

“Selama perjalanan dari tahun 2022 hingga sekarang, BSAL telah menjalankan banyak sekali kegiatan berupa penyuluhan, promosi, maupun pelatihan kepada warga Riau Kompleks, warga di luar kompleks, para orang tua murid, murid-murid sekolah di kawasan Riau Kompleks, hingga sekolah-sekolah di Pangkalan Kerinci. Hal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah,” ujar Malayana.

Selain pelayanan langsung di kantor BSAL, komunitas ini juga menghadirkan inovasi layanan melalui program BSAL Mobile yang mulai berjalan sejak September 2025. Program tersebut merupakan layanan jemput sampah di beberapa wilayah guna memudahkan masyarakat dalam menyalurkan sampah yang dapat didaur ulang tanpa harus datang langsung ke kantor BSAL.

“Selain menerima nasabah setiap hari di kantor kami dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, kami juga menjalankan program BSAL Mobile, yaitu pelayanan jemput sampah di beberapa wilayah. Program ini kami hadirkan untuk mempermudah masyarakat dalam menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai guna,” jelasnya.

General Manager (GM) Human Resources (HR) RAPP, Willim, turut menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan kreativitas para pengurus BSAL dalam menjalankan berbagai program lingkungan. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilakukan BSAL telah memberikan dampak positif sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.

“Para pengurus sudah menunjukkan semangat dan kreativitas yang tinggi serta meluncurkan berbagai ide untuk menunjang kegiatan. Kami berharap semangat ini dapat terus dipertahankan sehingga BSAL bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” katanya.

Ia berharap berbagai program edukasi yang dijalankan BSAL dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat ke depannya. Selain itu, ia juga mendorong adanya apresiasi bagi lingkungan RT/RW yang aktif dan berhasil dalam mengelola sampah di wilayah masing-masing sebagai bentuk motivasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Kami semua berharap bisa membawa kompleks ini semakin maju dan menyadari pentingnya pengelolaan sampah. Jika ada yang perlu kami bantu, silakan disampaikan agar program-program yang dijalankan dapat terus berkembang dengan baik,” tutupnya.***

Terkini