Beban Pinjaman Hantui Pengurus, Belasan Orang Pengurus Koperasi Merah Putih di Meranti Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 18:42:17 WIB

Meranti (Sangkala.id)-Beban menjalankan koperasi berbasis pinjaman memicu gelombang pengunduran diri. Sebanyak 13 pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kepulauan Meranti memilih mundur, dipicu rasa takut menanggung risiko keuangan yang belum mereka pahami sepenuhnya.

Surat pernyataan salah satu pengurus mengungkap kegelisahan tersebut. Modal usaha yang bersumber dari pinjaman dianggap memberatkan karena harus dikembalikan, sementara arah usaha dinilai belum jelas. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerugian pribadi.

Selain faktor beban, sebagian pengurus mengaku tidak memahami konsep koperasi secara utuh. Ada pula yang telah bekerja di luar daerah sehingga tak mampu lagi menjalankan tugas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kepulauan Meranti, Eko Priyono, membenarkan mundurnya belasan pengurus tersebut. Ia menyebut total 15 orang harus diganti, termasuk dua lurah yang otomatis berganti karena jabatan.

"Yang 13 orang itu murni mengundurkan diri. Mereka tersebar di beberapa desa, bahkan ada satu desa pengurus intinya mundur semua,"  ujar Eko, kepada media ini Selasa (28/4/2026).

Fenomena ini memperlihatkan lemahnya kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola koperasi. Rasa terbebani muncul dari asumsi harus menanggung kerugian atau mengganti uang jika usaha tidak berjalan.

"Asumsi mereka memberatkan, takut mengganti uang. Padahal tidak seperti itu. Saat pelatihan sudah dijelaskan, tapi kemungkinan belum dipahami,"  tegas Eko.

Isu lain yang ikut mencuat yakni tuntutan gaji dari pengurus. Padahal, sistem koperasi tidak mengenal gaji tetap. Pengurus hanya memperoleh bagian dari hasil usaha.

Dinas terkait mengaku telah memberikan penjelasan, motivasi, hingga pelatihan mengenai prinsip koperasi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan pemahaman belum merata.

Sebagian posisi pengurus kini telah diisi, sementara sisanya masih dalam proses.***(asril)

Terkini