Pemkab Meranti Gandeng Universitas Awal Bros Atasi Krisis Tenaga Medis

Selasa, 14 April 2026 | 07:19:03 WIB

Pekanbaru (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengambil langkah strategis menjawab persoalan krusial di sektor kesehatan. Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Awal Bros, Senin (13/04/2026), Pemkab Meranti menegaskan komitmennya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di tengah masih terbatasnya tenaga dokter dan tenaga kesehatan di daerah.

Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, secara tegas mengungkapkan kekurangan tenaga medis masih menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi. Ia menilai, kolaborasi dengan institusi pendidikan merupakan solusi strategis dan berkelanjutan.

"Meranti masih kekurangan dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan tersebut," tegas Asmar.

Menurutnya, kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret dalam menciptakan SDM unggul yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ia berharap, kemitraan ini dapat mempercepat pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil.

"Ini adalah momentum penting. Kami ingin memastikan masyarakat Meranti mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik melalui penguatan SDM," ujarnya.

Selain itu, Bupati Asmar juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Universitas Awal Bros yang dinilai telah membuka ruang kolaborasi secara luas, mulai dari pendidikan hingga pengabdian masyarakat.

Rektor Universitas Awal Bros, Dr. Yulianti Ulandari, SKM, M.A.R., menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi kampus yang mengusung tema Growing Together, Better Setting to Impact. Tema tersebut, kata dia, menjadi landasan untuk memastikan kehadiran kampus benar-benar dirasakan masyarakat.

"Kami tidak ingin menjadi menara gading. Kampus harus hadir, tumbuh bersama, dan memberi dampak nyata, terutama bagi daerah seperti Kepulauan Meranti," jelasnya.

Ia memaparkan, Universitas Awal Bros saat ini memiliki 13 program studi di bidang kesehatan yang tersebar dalam tiga fakultas, sebagai pengembangan dari Stikes Awal Bros yang bertransformasi pada 2022.

Melalui kerja sama ini, berbagai program strategis telah disiapkan, di antaranya magang mahasiswa di fasilitas kesehatan desa, riset kolaboratif dosen, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, hingga pembukaan peluang studi lanjut bagi tenaga medis asal Meranti.

Tak hanya itu, inovasi layanan kesehatan juga menjadi fokus utama, khususnya untuk menjangkau wilayah terpencil dan kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Kami yakin teknologi saja tidak cukup. Diperlukan kolaborasi dan keberpihakan kepada masyarakat agar dampaknya benar-benar terasa," tambah Yulianti.

Kerja sama ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan kekurangan tenaga kesehatan di Kepulauan Meranti. Lebih dari itu, implementasi berkelanjutan dari kesepakatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mempercepat pembangunan SDM di daerah.***(asril)

Terkini