Jadi Andalan Tekan Inflasi, Gerakan Pasar Murah di Serbu Warga Kampar

Kamis, 09 April 2026 | 09:21:01 WIB

Kampar (Sangkala.id)-Pemerintah Kabupaten Kampar terus menggenjot Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret menahan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Program ini terbukti efektif menyediakan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau di tengah tekanan ekonomi global.

Sejak Januari hingga Maret 2026, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar telah menggelar GPM di 15 titik yang tersebar di berbagai kecamatan dan desa.

Memasuki April, kegiatan kembali digulirkan dengan titik awal di Kelurahan Pasir Sialang, Kecamatan Bangkinang, Rabu (8/4/2026), dan dilanjutkan ke Kelurahan Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kampar, Dr. Yuli Usman, M.Ag, didampingi Kabid Distribusi, Cadangan dan Harga Pangan Hery Jaswadi, SE, menegaskan program ini akan terus diperluas tanpa batas waktu yang ditentukan.

"GPM ini merupakan bentuk nyata upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,"  ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Kampar menggandeng Perum Bulog KC Kampar serta pelaku UMKM lokal. Sinergi ini dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dampak konflik internasional yang turut memengaruhi harga komoditas.

Beragam kebutuhan pokok disediakan dalam GPM, mulai dari beras SPHP, Minyakita, gula pasir, telur ayam, cabai merah, hingga bawang merah dan bawang putih. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya komoditas yang habis terjual di setiap lokasi.

"Bahkan di beberapa titik, warga meminta agar kegiatan serupa kembali digelar di wilayah mereka," tambahnya.

Ke depan, Pemkab Kampar berkomitmen memperluas jangkauan program dan meningkatkan promosi agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. GPM diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menjaga stabilitas harga pangan sepanjang 2026.***(feb)

Terkini