Hadiri Replanting Sawit SP 6, Wabup Husni Tamrin Ingatkan Dampak Ekonomi Petani di Masa Transisi

Rabu, 08 April 2026 | 13:52:25 WIB

Pelalawan (Sangkala.id)-Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan ekonomi petani di tengah program peremajaan (replanting) kelapa sawit yang mulai digulirkan. Ia mengingatkan, fase awal replanting berpotensi menekan pendapatan petani karena tanaman belum menghasilkan.

Hal itu disampaikan saat menghadiri syukuran replanting perdana di areal Koperasi Produsen Unit Desa (KPUD) Sejahtera SP 6, Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Rabu (8/4/2026).

"Replanting ini penting untuk masa depan, tapi kita tidak boleh menutup mata. Pada masa awal, ekonomi petani pasti terdampak karena sawit baru menghasilkan di tahun ketiga," tegas Husni Tamrin.

Ia berharap program ini tetap bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani sawit. Namun, ia menekankan perlunya langkah konkret untuk mengatasi penurunan pendapatan selama masa tunggu tersebut.

Menurutnya, solusi harus segera dirumuskan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, koperasi, dan perusahaan mitra seperti Asian Agri. Skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dukungan lintas OPD dinilai krusial untuk menjaga roda ekonomi masyarakat tetap berputar.

"Kami minta ada inovasi. Petani harus tetap bisa menghidupi keluarga selama masa replanting. Ini yang harus kita pikirkan bersama," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Asian Agri, Diego, menyebut replanting ini sebagai langkah strategis yang telah lama dinantikan oleh petani KPUD Sejahtera. Tahap awal mencakup sekitar 184 hektare dari total 862 hektare lahan yang akan diremajakan secara bertahap.

"Ini baru tahap pertama. Ke depan akan berlanjut ke tahap berikutnya agar produktivitas kebun meningkat signifikan,"  jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmen perusahaan yang telah hampir empat dekade bermitra dengan masyarakat untuk memastikan seluruh proses replanting berjalan lancar tanpa hambatan.

Program peremajaan ini diharapkan menjadi titik balik peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat. Namun di sisi lain, peringatan Wabup menjadi sinyal tegas bahwa keberhasilan program tak hanya diukur dari hasil panen di masa depan, tetapi juga dari kemampuan menjaga daya tahan ekonomi petani hari ini.*** (Tom)

Terkini