Direksi PT KITB Siap Optimalkan Kinerja Perusahaan

Rabu, 01 April 2026 | 13:03:50 WIB

Siak (Sangkala.id)-Direksi PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) menyatakan siap mengoptimalkan kinerja perusahaan secara total di tengah tekanan kondisi keuangan yang berada di titik kritis. Tidak ada lagi ruang kompromi, seluruh lini dipaksa bergerak cepat untuk menyelamatkan sekaligus membangkitkan BUMD strategis tersebut.

Direktur Utama PT KITB, Eriyanto, Rabu (1/4/2026) menegaskan,  keterbukaan atas kondisi perusahaan bukan bentuk kelemahan, melainkan langkah awal untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

"Ini bukan sekadar membuka masalah, tapi titik awal untuk bekerja lebih keras. Kita tidak bisa lagi menunda. Semua harus bergerak dengan langkah korektif dan strategis," tegasnya.

Ia menekankan, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar sebagai tindak lanjut hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) menjadi momentum penting untuk merombak arah perusahaan secara fundamental.

KITB saat ini berada di persimpangan krusial. Sebagai salah satu BUMD andalan Kabupaten Siak, kegagalan berbenah bukan hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada potensi ekonomi daerah yang selama ini digantungkan pada pengembangan kawasan industri Tanjung Buton.

Direktur Operasional, Sigit Eko Pramono, memastikan pola kerja lama yang tidak produktif akan ditinggalkan. Fokus ke depan adalah efisiensi, disiplin operasional, dan orientasi hasil.

"Semua harus berbasis kinerja. Tidak ada lagi ruang untuk pembiaran. Profesionalisme dan akuntabilitas menjadi standar mutlak," ujarnya tegas.

Dorongan kuat juga datang dari pemegang saham. Bupati Siak, Dr. Afni Z, mengingatkan, pemerintah daerah tidak akan mentolerir stagnasi dalam pengelolaan BUMD.

"KITB harus bangkit. Ini bukan pilihan, tapi keharusan. Manajemen harus profesional, transparan, dan mampu menunjukkan hasil nyata," tegasnya.

Menurutnya, pembenahan KITB menjadi kunci untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru di Siak.

RUPS-LB yang digelar menjadi sinyal tegas bahwa fase “jalan di tempat” telah berakhir. Kini, direksi dituntut membuktikan komitmennya melalui kerja nyata.***

Terkini