Dari Halaman Sekolah ke Kursi Bupati, Afni Titip Pesan Karakter untuk Generasi Siak

Senin, 30 Maret 2026 | 14:12:45 WIB

Siak (Sangkala.id)-Suasana apel pagi di SD Negeri 02 Kampung Dalam, Senin (30/3/2026), terasa berbeda dari biasanya. Di tengah barisan siswa berseragam rapi, berdiri sosok yang tak asing bagi sekolah itu_Afni Zulkifli_kini sebagai Bupati, dulu seorang murid yang pernah berlari-lari di halaman yang sama.

Di Siak Sri Indrapura, pagi itu bukan sekadar upacara. Ada nostalgia, ada pesan, dan ada harapan yang dititipkan kepada generasi muda.

Dengan suara tenang namun penuh penekanan, Afni tidak hanya mengenang masa kecilnya, tetapi juga mengingatkan satu hal penting, pendidikan karakter harus dimulai sejak dini.

"Disiplin, menghormati orang tua, menyayangi guru, menghargai teman—itu semua harus ditanamkan sejak sekarang. Jangan ada lagi bully, jangan bercanda berlebihan yang menyakiti," tegasnya di hadapan ratusan siswa.

Pesan itu terasa kuat, mengalir di antara kisah masa lalu yang ia bagikan. Afni bercerita tentang perjuangannya dulu berjalan kaki dan bersepeda dari Kampung Rempak, menembus panas, bahkan sambil membantu ibunya berjualan es di pasar. Bagi dia, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti belajar.

"Semangat itu yang harus kalian jaga. Dari sekolah ini juga nanti akan lahir pemimpin-pemimpin Siak berikutnya,"  ujarnya, memotivasi.

Namun, yang paling ia tekankan bukan sekadar prestasi akademik, melainkan sikap dan nilai hidup. 

Menurutnya, kecerdasan tanpa karakter tidak akan cukup untuk membangun masa depan.

Afni juga memberi perhatian khusus pada peran guru. Ia menyebut para pendidik sebagai kunci utama dalam membentuk generasi berkualitas bukan hanya mengajar, tetapi menjadi teladan.

"Kadang anak tidak mendengar orang tua, tapi kalau guru yang menyampaikan, itu melekat. Di situlah pentingnya peran guru,"  katanya.

Di tengah tantangan administrasi dan beban kerja, ia meminta para guru tetap menjaga semangat mendidik dengan hati. Sebab di tangan merekalah karakter anak-anak dibentuk.

Tak berhenti di situ, Afni juga menyelipkan pesan tentang kepedulian lingkungan. Ia mengajak siswa mulai mencintai kebersihan dan membiasakan memilah sampah, baik di sekolah maupun di rumah.

Kunjungan itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial pasca-Idulfitri. Ia berubah menjadi ruang refleksi,  dari sekolah sederhana, dengan nilai-nilai yang kuat, lahir pemimpin yang kembali untuk menanamkan nilai yang sama.***

Terkini