Garuda Mengamuk di GBK! Hajar Saint Kitts 4-0, Indonesia Tantang Bulgaria di Final

Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:44:10 WIB

Jakarta (Sangkala.id)-Timnas Indonesia tampil trengginas dan tanpa ampun. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, skuad Garuda melibas Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0, Jumat malam WIB, sekaligus memastikan tiket ke final FIFA Series 2025.

Kemenangan ini bukan sekadar angka. Ini adalah pernyataan tegas: Indonesia siap berbicara banyak di level internasional.

Sorotan utama tertuju pada Beckham Putra yang tampil gemilang dengan dua gol cepat di babak pertama. Gelandang muda itu membuka keunggulan pada menit ke-15 usai memanfaatkan umpan terukur dari Ole Romeny. Dengan dingin, ia mengecoh kiper Archibald Julani sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.

Sepuluh menit berselang, Beckham kembali mencatatkan namanya di papan skor. Lagi-lagi berawal dari kerja sama apik dengan Romeny, ia melepaskan sepakan akurat ke pojok gawang. Indonesia unggul 2-0, dan stadion pun bergemuruh.

Memasuki babak kedua, dominasi Garuda tak mengendur. Serangan demi serangan terus dilancarkan hingga akhirnya gol ketiga lahir pada menit ke-52. Berawal dari sepak pojok Dony Tri Pamungkas, bola liar berhasil disambar oleh Romeny menjadi gol.

Pelatih anyar Indonesia, John Herdman, menunjukkan sentuhan taktisnya dengan sejumlah pergantian pemain. Masuknya nama-nama seperti Sandy Walsh, Yakob Sayuri, hingga Joey Pelupessy membuat tempo permainan tetap terjaga.

Pesta gol ditutup Mauro Zijlstra pada menit ke-74. Menerima umpan terobosan Pelupessy, ia dengan cerdas menuntaskan peluang lewat sepakan first time. Skor 4-0 menjadi penutup dominasi mutlak Indonesia.

Sempat mencetak gol kelima lewat Yakob Sayuri di menit ke-87, namun dianulir karena offside. Meski begitu, kemenangan telak sudah cukup membawa Garuda melenggang ke partai puncak menghadapi Bulgaria, Senin mendatang.

Di kubu lawan, pelatih Marcelo Augusto Silva Serrano mengakui dua gol cepat Indonesia menjadi titik balik kekalahan timnya.

"Kami sebenarnya memulai dengan baik, bahkan punya peluang lebih dulu. Tapi dua gol itu lahir dari kesalahan yang sama di lini belakang," ujarnya.

Asisten pelatih Vitor Tinoco menambahkan, keterbatasan komposisi pemain, khususnya di lini belakang, turut memengaruhi performa tim.

Meski kalah telak, mereka tetap optimistis menatap laga berikutnya.

Sementara itu, bagi Indonesia, kemenangan ini menjadi momentum besar bukan hanya menuju final, tetapi juga menegaskan kebangkitan Garuda di bawah komando baru. Stadion GBK pun menjadi saksi: malam itu, Merah Putih terbang tinggi tanpa terbendung.***

Terkini