Gema Takbir Pekanbaru, Cahaya Persatuan dan Refleksi Nilai Ramadan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:27:04 WIB

Pekanbaru (Sangkala.id)-Ribuan warga dari 15 kecamatan se-Kota Pekanbaru tumpah ruah memadati Jalan Sultan Syarif Kasim, Jumat (20/3/2026) malam, dalam Pawai Gema Takbir menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Suasana malam takbiran pun berubah menjadi lautan cahaya dan lantunan takbir yang menggema penuh haru.

Dari anak-anak hingga orang dewasa, seluruh lapisan masyarakat larut dalam kebersamaan. Obor-obor yang menyala di tangan peserta menciptakan panorama cahaya yang memukau, berpadu dengan iring-iringan mobil hias berornamen Islami, termasuk miniatur masjid yang memperindah jalannya pawai.

Rute pawai yang mengelilingi Masjid Raya Annur sebagai ikon religius Provinsi Riau semakin menambah kekhidmatan suasana. Gema takbir, tahmid, dan tahlil terus berkumandang, mengiringi langkah peserta dalam balutan semangat kemenangan usai sebulan penuh beribadah di bulan Ramadan.

Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya pawai takbir keliling ini.

"Alhamdulillah, di malam yang penuh berkah dan kemenangan ini kita bersama-sama menggaungkan takbir. Ini merupakan manifestasi bahwa kita telah melalui fase kemenangan Ramadan," ujarnya.

Ia menegaskan, gema takbir bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi serta memperkokoh kebersamaan masyarakat sebagai fondasi membangun Kota Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menekankan malam takbiran bukan hanya puncak kebahagiaan, tetapi juga saat yang tepat untuk melakukan refleksi diri.

"Malam takbiran ini adalah malam penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Setelah satu bulan menjalankan ibadah puasa, hari ini menjadi puncak kemenangan bagi umat Islam," tuturnya.

Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa esensi Idulfitri tidak berhenti pada perayaan semata. Nilai-nilai yang dipelajari selama Ramadan seperti kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri harus terus hidup dalam keseharian.

"Makna Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, dan menjaga hati tetap bersih," tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan menjalani Ramadan akan tercermin dari bagaimana masyarakat mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sosial, sehingga mendorong terciptanya masyarakat yang lebih harmonis, sejahtera, dan maju.

Pawai takbir yang diikuti seluruh perwakilan kecamatan dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru ini juga menjadi simbol kuat persatuan. Puluhan mobil hias dan pawai obor yang mengelilingi kawasan kota memperlihatkan kekompakan dan kreativitas warga.

"Pawai takbir ini bukan hanya tentang suara, tetapi juga simbol persatuan. Mari kita jaga kekompakan Kota Pekanbaru," pungkas Agung.

Dalam balutan cahaya obor dan gema takbir, malam Idulfitri di Pekanbaru tak sekadar menjadi tradisi tahunan, melainkan cermin kebersamaan dan pengingat akan nilai-nilai Ramadan yang diharapkan terus terjaga sepanjang waktu.***

Terkini