Komisi XII DPR RI Apresiasi Inovasi Teknologi PHR Jaga Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 27 Januari 2026 | 16:26:47 WIB
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya bersama sejumlah anggota melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau, Jumat (23/1/2026).

Pekanbaru (Sangkala id)-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung produksi minyak nasional melalui berbagai inovasi teknologi di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. Saat ini, PHR menyumbang sekitar 26 persen produksi minyak nasional.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI, Jumat (23/1/2026) lalu.

Arifin menjelaskan, sejak alih kelola, PHR telah menyetorkan PNBP dan pajak sebesar Rp149 triliun serta menyalurkan Partisipasi Interes (PI) Rp4,3 triliun kepada Pemerintah Provinsi Riau.

Menghadapi tantangan lapangan minyak yang sudah menua, PHR tidak hanya mengandalkan pengeboran sumur sisipan, tetapi juga menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) seperti steamflood di Lapangan North Duri Development (NDD) A14.

Selain itu, inovasi Multi-Stage Fracturing (MSF) di sumur Kota Batak berhasil mencatatkan produksi hingga 569 BOPD, dan akan direplikasi di 25 sumur baru pada 2026.

PHR juga melakukan pengeboran 9 sumur eksplorasi, reaktivasi 1.200 sumur, serta pengembangan teknologi Chemical EOR (CEOR) di lima lapangan utama. Di sisi ekonomi, PHR menyerap 1.829 pekerja dan membuka hingga 42.647 lapangan kerja bagi masyarakat Riau.

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mengapresiasi langkah PHR yang telah masuk ke fase EOR di tengah kondisi lapangan yang mature. Ia menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan, tidak hanya fokus pada infill drilling.

Anggota Komisi XII DPR RI Dapil Riau I, Iyeth Bustami, menyoroti isu lingkungan terkait lahan terkontaminasi minyak (TTM) akibat operasi masa lalu.

Menanggapi hal tersebut, Arifin menyatakan PHR saat ini menjalankan penugasan pemulihan TTM dari SKK Migas, dengan pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup dan instansi terkait.

Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan PHR dalam mendukung target produksi migas nasional secara aman, efisien, dan berkelanjutan.***

 

Terkini