Selaraskan Asta Cita, Bupati Rohul Hadiri Rakornas Bersama Kemendagri

Kamis, 15 Januari 2026 | 14:40:59 WIB

Jakarta (Sangkala.id)-Bupati Rokan Hulu Anton MM menyatakan kesiapan pemerintah daerah  mendukung 17 Program Prioritas Presiden dan visi Asta Cita.

Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri Rakornas Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Kamis (15/1/2026).

Bupati Anton hadir didampingi Kepala Bappeda Yusmar dan Kepala Kesbangpol Suharman.

Kehadiran jajaran inti ini menegaskan sinkronisasi pusat dan daerah kembali ditegaskan.

Namun, pertanyaannya bukan lagi soal kehadiran, melainkan sejauh mana komitmen tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi kerja nyata di daerah.

Rakornas dibuka Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, yang memaparkan 17 Program Prioritas Presiden sebagai fondasi RPJMN 2025-2029.

Program itu mencakup swasembada pangan, energi dan air, reformasi birokrasi, hingga pemberantasan korupsi dan narkoba agenda besar yang selama ini kerap tersendat di level implementasi daerah.

Akmal Malik secara tersirat mengkritik pola pembangunan yang terlalu elitis dan jauh dari aksi sederhana namun berdampak.

Ia mencontohkan gerakan menanam cabai oleh pelajar sebagai simbol pembangunan karakter dan kedaulatan pangan.

"Jangan bermimpi besar kalau menanam satu batang cabai saja tidak mampu,"  tegasnya.

Pesan ini menjadi sindiran halus bagi daerah yang gemar menyusun rencana besar, namun lemah dalam eksekusi di lapangan.

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Anton menyatakan akan menindaklanjuti instruksi pusat melalui pembahasan teknis di daerah.

Ia menyoroti sektor kesehatan, UMKM, dan ketersediaan pupuk sebagai prioritas yang dianggap paling relevan bagi masyarakat Rohul.

Namun, publik tentu menunggu lebih dari sekadar pernyataan normatif. Selama ini, isu BPJS, pupuk langka, dan ketimpangan ekonomi masih menjadi keluhan nyata warga. Rakornas akan kehilangan makna jika tidak diikuti kebijakan konkret, anggaran yang tepat sasaran, dan pengawasan yang ketat.

Rakornas ini kembali menegaskan,  tantangan daerah bukan kekurangan konsep, melainkan konsistensi menjalankan program.

Asta Cita dan 17 Program Prioritas Presiden hanya akan menjadi jargon jika tidak "membumi" hingga ke desa-desa termasuk di Negeri Seribu Suluk.***(ando)

Terkini