Tangis di Tepi Sungai Ngaso, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Hari ke Tiga

Senin, 12 Januari 2026 | 09:15:02 WIB

Rohul (Sangkala.id)-Pagi itu, Minggu (11/1/2026), kabut tipis masih menggantung di atas aliran Sungai Ngaso. Suara mesin perahu tim SAR memecah kesunyian yang sejak tiga hari terakhir menjadi saksi penantian panjang keluarga kecil di Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu.

Di antara riak air dan semak di tepian sungai, pencarian yang melelahkan itu akhirnya berakhir. Bocah berusia delapan tahun, Elmahesa, ditemukan sekitar pukul 07.50 WIB, tak jauh dari lokasi ia terakhir kali terlihat.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 200 meter ke arah hilir dari lokasi kejadian. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut," ujar Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, dengan nada berat.

Sejak Jumat malam (9/1/2026), tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD Rohul, TNI, Polri, dan masyarakat bahu-membahu melakukan pencarian. Mereka menyisir sungai sejauh beberapa kilometer, menyusuri arus deras dan lumpur yang pekat, sementara keluarga korban hanya bisa berdoa di tepi sungai dengan mata sembab menatap air yang terus mengalir.

"Dari malam pertama kami sudah menyisir hingga radius lima kilometer, tapi belum ada hasil. Baru pagi ini, di hari ketiga, korban berhasil ditemukan," kata Budi.

Sungai Ngaso bukan aliran yang besar, tapi arusnya kadang menipu. Di bawah permukaan yang tampak tenang, pusaran kecil bisa menyeret siapa saja yang tak waspada. Bagi warga setempat, sungai itu bukan sekadar tempat bermain anak-anak, melainkan bagian dari kehidupan tempat mereka mandi, mencuci, dan mencari ikan.

Kini, sungai itu kembali mengalir seperti biasa. Namun bagi keluarga kecil di Suka Damai, airnya membawa kenangan yang tak akan hilang: tawa seorang bocah yang kini hanya tinggal dalam ingatan.

"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR kami usulkan untuk ditutup. Seluruh unsur dikembalikan ke instansi masing-masing. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," tutup Budi.

Sementara di tepi puskesmas, pelukan erat seorang ibu menjadi akhir dari penantian panjang itu penantian yang menjelma duka di tepi Sungai Ngaso.***(ando)

Terkini